Breaking News:

Penerbangan Lion Air Delay karena Spare Part Pesawat Rusak

"Ditemukan ada salah satu indikator pada instrumen di pesawat yang memberi tanda untuk diperlukan pengecekan sesuai prosedur yang berlaku,"

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Pesawat dari Maskapai Lion Air JT 687 di Bandara Internasional Supadio Pontianak terpaksa harus mengalami delay pada Senin (28/5/2018) malam sekitar pukul 18.10 WIB. 

LION Air Group memberikan keterangan terkait penerbangan langsung bernomor JT-867 yang melayani rute dari Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (PKY) ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) sempat mengalami kendala.

Jadwal penerbangan delay karena komponen pengganti atau spare part pesawat rusak.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic of Lion Air. Ia menjelaskan penerbangan JT-867 yang membawa tujuh kru beserta 156 pelanggan sudah diberangkatkan menggunakan jadwal keberangkatan terbaru (actual time departure/ ATD) pukul 21.04 WIB pada Sabtu (6/10/2018) dari waktu seharusnya pukul 14.00 WIB.

Pesawat telah mendarat (actual time arrival/ ATA) di Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 22.28 WIB.

Sehubungan keterlambatan terbang, bahwa guna memastikan keselamatan, keamanan serta kenyamanan penerbangan JT-867, pilot memutuskan untuk menunda keberangkatan dari jadwal semula.

"Hal tersebut dikarenakan terdapat laporan dari teknisi dan pilot ketika melakukan pemeriksaan rutin terhadap pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LOV setelah mendarat (transit check) yaitu ditemukan ada salah satu indikator pada instrumen di pesawat yang memberi tanda untuk diperlukan pengecekan sesuai prosedur yang berlaku," ujar Danang kepada Warta Kota, Minggu (7/10/2018).

Dehingga harus dilakukan perawatan tidak berjadwal (unscheduled maintenance) di Palangkaraya. Setelah dilaksanakan proses pemeriksaan, pesawat membutuhkan spare part yang didatangkan dari Jakarta.

"Jadinya pengerjaan membutuhkan waktu cukup signifikan," ucapnya.

Danang menegaskan, sebelum diterbangkan menuju Palangkaraya, pesawat tersebut sudah menjalani pengecekan sebelum terbang (pre-flight check). Dan dinyatakan laik terbang (serviceable).

Dalam upaya memberikan layanan kepada seluruh pelanggan, Lion Air memberangkatkan JT-867 dengan menggunakan pesawat pengganti (armada Lion Air lainnya) yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LKM.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas situasi yang menyebabkan terganggu perjalanan udara Palangaraya menuju Soekarno-Hatta, Tangerang," kata Danang.

Menurutnya, pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh pelanggan dengan jelas atas keterlambatan penerbangan JT-867 dan memperbarui sesuai perkembangan. Lion Air telah memberikan kompensasi kepada seluruh pelanggan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 tahun 2015 penanganan keterlambatan penerbangan (delay management).

"Kompensasi yang diberikan berupa minuman, makanan ringan (snack box) dan makanan berat (heavy meals) serta penggantian Rp. 300.000," ungkapnya.

Lion Air meminimalisir dampak yang timbul agar operasional penerbangan Lion Air lainnya tidak teranggu. Sebagai informasi, atas kerja sama dan koordinasi yang baik antara teknisi pengerjaan Boeing 737-800NG registrasi PK-LOV dapat diselesaikan secara tepat dan dinyatakan layak terbang.

"Pesawat sudah dioperasikan untuk melayani nomor penerbangan JT-671 rute Palangkaraya ke Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu (7/10/2018) dengan jadwal berangkat pukul 06.50 WIB dan sudah tiba pukul 08.17 WIB," papar Danang. (dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved