Sepekan Setelah Gempa dan Tsunami

Gema Muharram 1440 H Kelurahan Pekojan Galang Bantuan untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Gema Muharram di Kelurahan Pekojan dilaksanakan dengan melibatkan peran serta generasi muda yang menampilkan pertunjukan musik religi.

Gema Muharram 1440 H Kelurahan Pekojan Galang Bantuan untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah
Warta Kota/Hamdi Putra
Santriwati Majelis Taklim Ats Tsawa menggalang dana untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, dalam acara Gema Muharram di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (6/10/2018) malam. 

Segenap elemen masyarakat di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, melaksanakan serangkaian acara yang bertajuk Gema Muharram 1440 Hijriyah pada Sabtu (6/10/2018) malam.

Menariknya, Gema Muharram di Kelurahan Pekojan dilaksanakan dengan melibatkan peran serta generasi muda yang menampilkan pertunjukan musik religi.

Selain siraman rohani dari dua ustaz secara silih berganti, Gema Muharram Kelurahan Pekojan kali ini juga berbeda dari biasanya.

Sebab, di sela-sela acara terdapat mini teatrikal gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang dipersembahkan oleh personel PPSU Kelurahan Pekojan.

Ada yang berteriak dan berlarian minta pertolongan, ada pula yang berusaha menyelamatkan anggota keluarga hingga harta benda yang dapat mereka dibawa.

Santunan anak yatim saat Gema Muharram di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (6/10/2018) malam.
Santunan anak yatim saat Gema Muharram di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (6/10/2018) malam. (Warta Kota/Hamdi Putra)

Suasana malam hari yang gelap dan latar musik yang menegangkan ditambah totalitas para pemerannya membuat penampilan ini sukses memukau masyarakat yang menyaksikannya.

"Tujuan mini teatrikal ini untuk menggugah hati dan membangkitkan rasa kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sulawesi Tengah," kata Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo.

Tidak hanya itu, masyarakat Kelurahan Pekojan bersama-sama juga menunjukkan kepeduliannya kepada korban gempa dan Tsunami di Kota Palu Sulawesi Tengah.

Kepedulian itu ditunjukkan melalui penggalangan dana dan bantuan berupa sembako yang diinisiasi oleh Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo.

"Muharram itu kan identik dengan lebaran anak yatim. Jadi intinya kita berbagi atau menyantuni mereka. Sekaligus kita lakukan do'a bersama serta penggalangan bantuan berupa dana dan sembako yang akan kita kirim langsung untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah," ujar Tri Prasetyo Utomo.

Mewakili masyarakat Pekojan ia berharap agar para korban bencana di Sulawesi Tengah diberi ketabahan dan dapat segera bangkit dari duka bencana yang datang melanda.

"Semoga korban yang meninggal dunia Khusnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Kita satu bangsa, satu tanah air. Duka masyarakat Sulawesi Tengah adalah duka bersama, duka kita Indonesia," tutur Tri Prasetyo Utomo.

Gema Muharram di Kelurahan Pekojan mengusung tema 'Dengan Hikmah Muharram 1440 H Kita Tingkatkan Keimanan, Silaturrahmi dan Kecintaan Berbagai Kepada Anak Yatim'.

Mulai dari komponen RT/RW, LMK, FKDM, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat dan tokoh agama hingga Majelis Taklim Ats Tsawa dilibatkan dalam acara tersebut.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari donatur dan masyarakat kepada Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo saat Gema Muharram di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (6/10/2018) malam.
Penyerahan bantuan secara simbolis dari donatur dan masyarakat kepada Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo saat Gema Muharram di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (6/10/2018) malam. (Warta Kota/Hamdi Putra)
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved