Breaking News:

Info Kementerian

BPH Migas Minta Masyarakat Palu Tidak Isi BBM Gunakan Jerigen

Stok BBM dilaporkan cukup kondusif dengan beroperasinya 15 dari 17 SPBU di Kota Palu, 3 dari 4 SPBU di Kabupaten Donggala, dan 1 dari 2 SBPU di Sigi.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ANTRE BBM—Warga antre mengambil BBM di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Akibat minimnya pasokan BBM dan tingginya kebutuhan menyebabkan warga menjarah BBM di beberapa SPBU. 

Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa yang memimpin langsung tim BPH Migas telah melakukan peninjauan lokasi dalam rangka memantau dan memastikan ketersediaan dan pendistribusian BBM di Palu dan Donggala pascabencana Gempa Bumi dan tsunami yang menerjang daerah ini tanggal 28 September 2018.

Koordinasi pendistribusian BBM dengan PT. Pertamina (Persero) maupun PT AKR Corp. Tbk dan badan usaha lainnya dilakukan untuk mempercepat proses revitalisasi infrastruktur penyediaan dan pendistribusian BBM bagi masyarakat Palu, Donggala dan sekitarnya yang terkena dampak bencana.

Sejumlah infrastruktur energi, termasuk TBBM Donggala mengalami kerusakan pasca
gempa bumi dan tsunami sehingga pendistribusian BBM sempat terhambat dan dikerjakan manual.

Akibatnya terjadi banyak antrian masyarakat di beberapa SPBU untuk mengisi BBM
dengan menggunakan jerigen untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari.

Larangan gunakan jerigen

Keterangan tertulis dari Sekretariat BPH Migas yang diterima Warta Kota, Minggu (7/10) menyebutkan bahwa pembelian dan pengisian BBM melalui jerigen memiliki resiko tinggi, oleh karena itu terhitung Senin 8 Oktober 2018 BPH Migas meminta masyarakat tidak membeli BBM menggunakan jerigen dengan alasan sebagai berikut:

Pertama, BBM yg ada di SPBU adalah diperuntukkan untuk masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4 serta kendaraan berplat kuning.

Kedua, BBM adalah bahan bakar yg mudah terbakar sehingga dapat menimbulkan
kebakaran apabila masyarakat membeli dengan menggunakan jerigen dan atau media lain seperti drum di SPBU.

Ketiga, BBM yang ada di SPBU adalah diperuntukkan kepada konsumen akhir dan tidak dapat diperjualbelikan kembali.

Keempat, Pasal 18 ayat (2) Perpres Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual BBM melarang masyarakat menimbun dan atau mengumpulkan BBM dari SPBU.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved