Pengusaha Gula Kembali Praperadilankan Bareskrim, KY dan MA Diharap Awasi

Dio berharap MA dan KY dapat pasang mata mengawasi Hakim tunggal Joni, sehingga tidak melanggar kode etik hakim.

Pengusaha Gula Kembali Praperadilankan Bareskrim, KY dan MA Diharap Awasi
skalanews.com
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Pengusaha gula, Gunawan Jusuf kembali mengajukan permohonan praperadilan terhadap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditppiddeksus) Bareskrim Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Sidang perdana akan digelar Senin (8/9/2018) dengan Hakim tunggal Joni.

Permohonan praperadilan ini adalah yang kedua kali dimohonkan oleh  Gunawan setelah sebelumnya ia sendiri yang mencabut gugatannya.

Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Mappi FHUI), Dio Ashar mengingatkan, Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) sudah seharusnya mengawasi persidangan, bukan hanya memantau.

Persidangan itu merupakan pengajuan gugatan praperadilan kedua. Menurut Dio, memang tidak ada aturan batas jumlah pengajuan gugatan praperadilan.

Dikatakan Dio, jika cabut pasang permohonan praperadilan diduga karena ingin pilih-pilih hakim, Dio khawatir ada konflik kepentingan. Dengan demikian, hal ini dapat diadukan langsung ke Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Jaksel. Tak perlu ke MA. Sebab dalam Pasal 78 ayat (2) KUHAP, dijelaskan KPN menunjuk hakim tunggal.

“Kalau sebelumnya pernah menyidangkan pelapor sehingga dianggap rentan konflik kepentingan, sebenarnya KPN dapat mempertimbangkan untuk mengganti hakim itu,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/9/2018).

Di sisi lain, Dio juga berharap MA dan KY dapat pasang mata mengawasi Hakim tunggal Joni, sehingga tidak melanggar kode etik hakim.

Pada sidang Praperadilan terakhir, dimana permohonan Gunawan Jusuf dicabut, Komisi Yudisial pun menurunkan timnya untuk mengawasi jalannya sidang. Dalam sidang pada Senin (24/9/208) lalu itu, terlihat dua orang utusan KY datang dan merekam jalannya persidangan dengan kamera video.

Untuk diketahui, setelah mencabut gugatan praperadilan pertama itu, Gunawan kembali mengajukan permohonan praperadilan terhadap penyidikan Ditppiddeksus Bareskrim Mabes Polri ke PN Jaksel. Gugatan tersebut tercatat dengan nomor: 115/Pid.Pra/2018/PN.Jkt.Sel tertanggal 24 September 2018, di hari yang sama.

Pemohon praperadilan itu mempersoalkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/547/IX/2016/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 September 2016 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/33/I/2018/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 4 Januari 2018.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved