Breaking News:

Menjalankan Usaha Kuliner Tanpa Perlu Restoran Atau Kedai, Kok Bisa?

Gilang Margi Nugroho dan Rachman Abdul Rachim menggunakan konsep bisnis tanpa restoran dan hanya melayani pemesanan untuk dibawa pulang.

Kontan.co.id/Muradi
Gilang Margi Nugroho dan Rachman Abdul Rachim menggunakan konsep bisnis tanpa restoran dan hanya melayani pemesanan untuk dibawa pulang atawa take away, mereka sukses menjual hingga ratusan porsi per hari. 

Walhasil, Gilang dan Rachman hanya menyiapkan tempat kecil sebagai dapur sekaligus lokasi pengambilan makanan pesanan. Saat ini, dapur Kepiting Nyinyir bercokol di Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Bintaro, Tangerang Selatan.

Meski begitu, lokasi dapur mereka strategis, di pinggir jalan raya. Ini guna memudahkan pengambilan pemesanan sekaligus untuk semakin melambungkan nama Kepiting Nyinyir.

Gilang dan Rachman bisa memotong biaya sewa tempat yang mahal karena tempatnya enggak luas.

Mereka juga enggak perlu keluar duit untuk renovasi dan membeli perlengkapan, seperti piring dan gelas, serta kursi dan meja makan.

Sesuai namanya Kepiting Nyinyir menawarkan makanan olahan kepiting.

Selain itu, ada juga yang berbahan baku udang dan kerang. Harganya, mulai Rp 65.000 hingga Rp 295.000 per porsi.

"Namun, satu porsi bisa untuk disantap sama tiga orang," ungkap Gilang.

Kini dalam sehari, penjualan Kepiting Nyinyir bisa mencapai 200 porsi atau 6.000 porsi per bulan.

Adapun masakan paling favorit adalah kepiting saus padang seharga Rp 179.000 yang dalam sebulan bisa laku hingga 3.000 porsi.

"Margin usaha kami 40 persen-50 persen," sebut Gilang.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved