Breaking News:

Kasus Ratna Sarumpaet

Kubu Jokowi-Maruf Amin Sebut Ratna Sarumpaet Ratu Hoaks Indonesia

Kubu Jokowi-Maruf Amin mengapresiasi langkah aparat penegak hukum menahan tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet.

Warta Kota/Adhy Kelana
Ratna Sarumpaet memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kasus penganiayaan palsu yang ia karang, di kediamannya, Kampung Melayu kecil 5,Jakarta, Rabu (3/10/2018). 

KUBU Jokowi-Maruf Amin mengapresiasi langkah aparat penegak hukum menahan tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet.

Raja Juli Antoni, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin berujar, proses hukum dalam kasus dugaan kebohongan atau hoaks Ratna Sarumpaet soal penganiayaan,harus diusut tuntas.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia ini juga mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya menahan Ratna Sarumpaet. Terutama, untuk mencegah Ratna Sarumpaet melarikan diri.

Baca: Sempat Melerai, ID Card Jakmania Bikin Salah Satu Tersangka Ini Ikut Keroyok Haringga Sirla

"Saya mengapresiasi penahanan Ibu Ratna Sarumpaet, Ratu Hoaks Indonesia," ujar Raja Juli Antoni saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (6/10/2018).

Namun, menurut Raja Juli Antoni, penyelidikan kasus dugaan hoaks ini diharapkan tidak berhenti pada Ratna Sarumpaet. Sebab, ditengarai ada pihak-pihak yang memanfaatkan kebohongan sebagai alat politik, untuk kepentingan elektoral.

Raja Juli Antoni meminta pihak kepolisian menyeret oknum yang menyebarluaskan keterangan Ratna Sarumpaet, karena dianggap membuat gaduh dan meresahkan masyarakat. Termasuk, pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang dianggap ikut menyebarkan kabar hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Baca: Mardani Ali Sera Sebut Tak Semua Massa #2019GantiPresiden Dukung Prabowo-Sandi

"Saya berharap polisi tidak hanya berhenti pada Ibu Ratna Sarumpaet, tapi mesti terus mengejar semua penyebar hoaks termasuk Prabowo dan Sandi," tutur Raja Juli Antoni.

Raja Juli Antoni berujar, kubu Prabowo-Sandi memang telah meminta maaf ke publik. Tapi, ucap Raja Juli Antoni, kasus ini bukan perdata yang asal konsensual antar-individu dengan saling memaafkan, dapat menyelesaikan proses hukum.

"Tapi ini bukan Lebaran, ketika saling memaafkan menyelesaikan masalah. Kasus ini juga bukan kasus perdata di mana asal konsensual antar-individu dengan saling memaafkan dapat menyelesaikan proses hukum. Ini kasus pidana, semoga polisi segera menyeret seluruh pelakunya," paparnya.

Baca: Buka Handphone Dipo Latief, Nikita Mirzani Tahu Suaminya Sedang Didekati Artis Senior

Ratna Sarumpaet ditahan sebagai tersangka pada Jumat (5/10/2018) malam, oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, ia diringkus aparat Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta, sesaat sebelum hendak pergi ke Cile seorang diri di Terminal 2. Ratna Sarumpaet dicegah berpergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, atas permintaan Polda Metro Jaya.

Dalam kasus ini, Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka kasus menyebarkan berita bohong soal penganiayaan. Ratna Sarumpaet dijerat pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan pasal 28 jo pasal 45 Undang-undang ITE. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved