Serangan Siber Rusia Menyasar Komputer Antisenjata Kimia Milik Belanda Dapat Digagalkan

Belanda menginvestigasi penembakan pesawat maskapai Malaysia Airlines MH17 di Ukraina pada 2014.

Serangan Siber Rusia Menyasar Komputer Antisenjata Kimia Milik Belanda Dapat Digagalkan
Twitter
Hacker atau peretas yang meretas perangkat teknologi komunikasi dan mengakibatkan banyak kekacauan dengan peretasan. 

Pemerintah Belanda mengklaim berhasil menggagalkan serangan siber yang coba dilakukan Rusia pada April lalu.

Diwartakan AFP, Kamis (4/10/2018), serangan itu hendak meretas sistem komputer Organisasi Anti-Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag.

Menteri Pertahanan Ank Bijleveld dalam konferensi pers berkata, otoritas penegak hukum mengawasi sebuah mobil diparkir di hotel dekat kantor OPCW, dengan empat orang di dalamnya.

Bijleveld menerangkan, jajarannya langsung mengenali mereka adalah mata-mata Rusia, dan serangan itu dilakukan dinas intelijen militer Kremlin, GRU.

"Normalnya, kami tidak mengungkapkan operasi kontra-intelijen seperti ini. Namun, kami merasa operasi intelijen itu sangatlah mencemaskan," kata Bijleveld.

Dia melanjutkan, Belanda mendapat bantuan Inggris dalam mengungkap operasi kontra-intelijen tersebut, dan mengamankan laptop salah satu terduga intelijen.

Laptop itu berhubungan dengan Brasil, Swiss, dan Malaysia, di mana saat itu, Belanda menginvestigasi penembakan pesawat maskapai Malaysia Airlines MH17 di Ukraina pada 2014.

Penembakan pesawat itu sudah terungkap meski otak kejahatan itu belum ditangkap.

Kepala dinas intelijen Belanda MIVD, Mayhen Onno Eichelsheim berkata, keempat orang itu datang dari Bandara Schiphol Amsterdam pada 4 April menggunakan paspor diplomatik.

Seorang pejabat kedutaan kemudian menemani mereka dari bandara menuju Den Haag.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved