Kebohongan Ratna Sarumpaet Alihkan Kenaikan Dolar Rp15.000

Kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet mengaburkan sejumlah fakta. Salah satunya adalah kenaikan dolar

Kebohongan Ratna Sarumpaet Alihkan Kenaikan Dolar Rp15.000
Kompas.com
Ratna Sarumpaet 

KEBOHONGAN yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet mengaburkan sejumlah fakta. Salah satunya adalah kenaikan dolar yang kini mencapai Rp 15.196 per USD pada hari ini, Jumat (5/10/2018).

(https://www.google.co.id/search?q=dollar&oq=dollar&aqs=chrome..69i57j0l3&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8)

Hal tersebut diungkapkan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Sandiaga Salahudin Uno. Dirinya menyebut kasus tersebut mengalihkan fokus utama Prabowo-Sandiaga Uno, yakni perbaikan ekonomi dan melahirkan lapangan kerja.

"Kita kembali kepada isu utama, jangan kita terkecoh dengan isu utama kita, yaitu ekonomi," ungkapnya di Posko Pemenangan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (4/10/2018).

Hal serupa pun disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain.

Lewat akun twitternya @uztadtengkuzul pada Jumat (5/10/2018), dirinya menyebut masyarakat terlena dengan prestasi Jokowi yang belum dapat meningkatkan ekonomi Indonesia.

"Di Tengah Tengah Bencana yg Bertubi Tubi, Prestasi Penguasa Indonesia Berhasil Menaikkan Ranking Rupiah Terhadap Dollar Amerika. Sudah Mencapai Rp 15.200. Sungguh Sangat Menggembirakan Bahi Mereka yg Punya Stok Dollar dlm Jumlah Banyak. Selamat....!," tulisnya. 

Pertanyaan serupa disampaikan oleh Anastasya Firdauzi lewat akun @anstsyaf. Dirinya curiga jika kasus kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet bertujuan untuk mengalihkan kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

"Apakah ratna sarumpet hanya pengalihan isu dollar naik?," tanya Anastasya.

M Labieb Fahmi lewat akun @labiebfahmi17 menyebut kasus tersebut tidak hanya menutupi pelemahan rupiah.

Tetapi juga mengalihkan kebijakan pemerintah lainnya, seperti pengalihan cukai rokok untuk menutupi defisit pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan senilai Rp 16,5 triliun pada tahun 2018.

"Dan saking fokusnya sama hastag itu, kita jadi gak tau kalau dollar naik lagi. Kita jadi gak tau kalau cukai rokok ditanda tangan buat nutupin defisit BPJS. Enggak tau kan? Udah biasa!,"

"Kalo dollar naik begini, di satu sisi sedih satu sisi gembira. Etapi gajadi gembira ding, duit di paypal uda ditarik saat 14.9xx karena saat itu ku yakin rupiah segera menguat," balas @Aynova3. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved