Breaking News:

Kasus Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong, Ustaz Tengku Zulkarnain: Kenapa NKRI Jadi Begini Ya Allah?

Sedangkan Ustaz Zulkarnain menyebut Ratna Sarumpaet yang mengaku bersalah karena telah berbohong.

Warta Kota/Adhy Kelana
Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kasus dugaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya di Kampung Melayu kecil 5,Jakarta, Rabu (3/10/2018). 

WAKIL Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain menyandingkan kebohongan yang ia nilai dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan Ratna Sarumpaet, lewat akun twitter @ustadztengkuzul, Rabu (3/10/2018) malam.

Dalam postingannya, Ustaz Tengku Zulkarnain membandingkan pernyataan Jokowi yang menyebut tidak ada penjarahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca-gempa bumi dan tsunami pada Jumat (28/9/2018) petang. Padahal, penjarahan terjadi di sejumlah titik pada Minggu (30/9/2018).

Sedangkan Ustaz Zulkarnain menyebut Ratna Sarumpaet yang mengaku bersalah karena telah berbohong. Kebohongan dan guyonan yang dilakukan Ratna Sarumpaet kepada anaknya, justru viral di sosial media.

"Miris.. Sebenarnya Siapa Sih yang Pembohong...? Kenapa NKRI Jadi Begini ya Allah.. Kenapa...? Perlukah Diperpanjang 6 Tahun Lagi Keadaan Begini...?" tulisnya, melengkapi postingan berita penyataan Jokowi dengan fakta kejadian.

Ustaz Tengku Zulkarnain menyebut Ratna Sarumpaet telah kembali ke jalan Tuhan dengan mengatakan kebenaran walau pahit dirasakan. Berbeda dengan kebohongan yang terus berbohong dan menciptakan kebohongan baru, yang menurutnya hanya demi pencitraan.

"Ibu Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong Soal Penganiayaan Dirinya. Bagaimanapun Tuhan Menyaksikan Kebenaran yang Hakiki. Yang Parah Jika Seseorang Berbohong, Tapi Kemudian Ngeles Saat Ketahuan Bohong dgn Membuat Bohong yg Baru, Demi Pencitraan. Mari Katakan Kebenaran Walau Pahit. OK?," tulisnya.

"Ada Orang yang Dianggap Hebat, Kemudian Dia Berbohong, Lalu Semua Org2 yg Dibohonginya Kecewa. Itu Biasa. Yg Salah Org yg Bohong Itu, Bukan? Sebaliknya Ada Org yg Dianggap Hebat. Lalu Dia Berbohong dan Semua Orang yg Dibohongi Bangga dan Membela Kebohongan nya. Ini Bagaimana? Coba," sambungnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved