Breaking News:

Pengerjaan Jembatan dan Jalan Masuk Terminal Jatijajar Depok Asal-asalan

Proyek lanjutan pembangunan Terminal Jatijajar berupa jalan dan jembatan terkesan asal-asalan

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Proyek lanjutan pembangunan Terminal Jatijajar berupa jalan dan jembatan sebagai akses masuk ke terminal dari Jalan Raya Bogor, terkesan asal-asalan dan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP). 

PROYEK lanjutan pembangunan Terminal Jatijajar berupa jalan dan jembatan sebagai akses masuk ke terminal dari Jalan Raya Bogor, terkesan asal-asalan dan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Pantauan Warta Kota, Rabu (3/10/2018) dan Kamis (4/10/2018) pagi di lokasi pengerjaan sejumlah pekerja tampak sibuk memasang besi konstruksi dasar betonisasi jalan.

Namun sayangnya para pekerja tampak tidak mengenakan peralatan keselamatan memadai seperti pelindung kepala dan lainnya.

Pada papan proyek yang ditempel di bedeng disebutkan bahwa pembangunan ini dibawah wewenang Kementerian Perhubungan yakni Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan pelaksana PT Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera.

Namun sayangnya di papan proyek besaran Nilai Kontrak tidak ditulis dan tampak dikosongkan.

Tertera di sana bahwa pengerjaan dimulai sejak 10 September sampai 31 Desember 2018 dengan anggaran APBN Tahun 2018.

Proyek lanjutan pembangunan Terminal Jatijajar berupa jalan dan jembatan sebagai akses masuk ke terminal dari Jalan Raya Bogor, terkesan asal-asalan dan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
Proyek lanjutan pembangunan Terminal Jatijajar berupa jalan dan jembatan sebagai akses masuk ke terminal dari Jalan Raya Bogor, terkesan asal-asalan dan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Beberapa titik pengerjaan pembangunan tampak tidak memenuhi spesifikasi.

Diantaranya pemasangan saluran air berupa U-Ditch atau beton saluran air yang setengah jalan, terlihat sangat berantakan dan rentan bergeser.

Sebab U-Ditch yang dipasang sudah tergenang air serta tak dipasang di atas dasar yang kokoh.

Dengan sudah terendamnya U-Ditch oleh genangan air dipastikan daya tahan beton saluran air itu tidak sekokoh yang diharapkan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved