Asian Para Games 2018

Pebasket Kursi Roda Siap Tampil di Asian Para Games 2018

Bakal menghadapi lawan yang berat dan berpengalaman bukan masalah bagi Donald Santoso dan kawan-kawan.

Editor: Dewi Pratiwi
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Kamis (5/10/2018) halaman 9 

PERSIAPAN yang terbilang mepet bukan berarti bakal tampil tanpa nyali.

Skuad bola basket kursi roda putra Indonesia justru punya nyali besar untuk berlaga menghadapi lawan terberat di Asian Para Games 2018.

Bukan ingn sesumbar, 12 pebasket kursi roda yang saat ini masih menjalani latihan akhir di Senayan, Jakarta, merasa yakin bisa memberikan penampilan terbaik mereka dan mengeluarkan seluruh kemampuan di lapangan.

Setelah mengadakan persiapan selama kurang lebih enam bulan dengan segala keterbatasan, termasuk mengajari 11 orang yang berbeda latar belakang olahraga alias tidak paham bola basket, akhirnya tim bola basket putra kursi roda Indonesia terbentuk dan menjalani latihan.

Bakal menghadapi lawan yang berat dan berpengalaman bukan masalah bagi Donald Santoso dan kawan-kawan.

Mereka punya nyali besar untuk tampil penuh keyakinan dan telah menegaskan bahwa Merah Putih siap berlaga menghadapi semua lawan.

Tim bola basket kursi roda putra berada satu grup dengan Tiongkok, Iran, Iraq, danThailand.

Semua negara tersebut sudah lebih lama dan lebih dahulu memiliki tim bola basket kursi roda.

Tentunya ini menjadi tantangan bagi tim Merah Putih yang diarsiteki oleh Fajar Brilianto.

Baca: Maurizio Sarii Sebut Eden Hazard Mutiara di Chelsea

Menurut Fajar, tidak ada lawan yang berat atau ringan. Semua lawan akan dinilai sebagai ancaman yang serius dan harus dihadapi dengan sangat serius.

Atas semua kerja keras pebasket kursi roda putra selama ini, Fajar memiliki keyakinan bahwa permainan masih bisa mereka imbangi.

Selama menjalani masa persiapan dan program pemusatan latihan, Fajar menilai perkembangan kemampuan.

Berbagai teknik mendapatkan penajaman dan pola kerja tim lebih banyak ditekankan sesuai kemampuan masing-masing individu.

"Kami memang tidak memasang target tinggi, karena kami masih baru. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga punya tim bola basket kursi roda. Jadi, kami memang akan buktikan apa yang sudah kami lakukan selama ini. Secara umum perkembangan permainan baik individu maupun kerja tim sudah meningkat jauh. Karena, 11 pebasket ini sama sekali tidak paham basket, jadi ini sebuah kemajuan yang besar. Kami akan tetap bermain sebaik mungkin dan kami memang sudah siap berlaga menghadapi semua lawan," beber Fajar.

Hal senada juga dilontarkan salah satu perwakilan pebasket kursi roda putra, Donald Santoso.

Menurut pria yang sudah berkutat lama dengan bola basket di Amerika Serikat ini, dia bangga melihat perkembangan rekan-rekannya, yang pada dasarnya tidak memiliki latar belakang olahraga bola basket.

"Kami sudah siap untuk berlaga. Kami melakukan banyak hal dan semangat kami sangat baik untuk menghadapi pertandingan. Yang terpenting kami akan menunjukkan permainan terbaik. Menang atau kalah itu urusan nanti," ujar Donald.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Kamis (4/10/2018)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved