Bangunan Warga Dibongkar untuk Penambahan Bangunan Kelas

Surat dari Pemerintah Kota Tangerang sudah beberapa kali disampaikan kepada warga yang bermukim di lahan tersebut.

Bangunan Warga Dibongkar untuk Penambahan Bangunan Kelas
Warta Kota/Andika Panduwinata
Meski sempat diwarnai kericuhan, namun pembongkaran dapat dilangsungkan petugas Satpol PP dibantu polisi serta TNI. Tak butuh waktu lama, petugas langsung meratakan bangunan dengan alat berat. 

Jajaran Satpol PP menggusur empat bangunan di lingkungan RT 03/ RW 03, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang pada Rabu (3/10/2018).

Penggusuran dilakukan lantaran lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Tangerang dan akan dipergunakan untuk penambahan ruang kelas SDN 1 Batuceper.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana menjelaskan bangunan yang terletak di belakang SD ditempati keluarga Muhidin. Lahan tersebut, kata Mumung, merupakan aset Pemkot Tangerang.

Rencananya, di tanah seluas 350 meter per segi itu akan dibangun penambahan ruang kelas sekolah.

Menurut Mumung, surat dari Pemerintah Kota Tangerang sudah beberapa kali disampaikan kepada warga yang bermukim di lahan tersebut untuk mengosongkan lahan.

Dari Kecamatan pun sudah menyampaikan hal serupa. Agar pemilik bangunan membongkarnya sendiri.

“Kemudian, warga minta waktu satu Minggu, tapi ternyata dua Minggu tidak juga dikosongkan. Sudah dilakukan pendekatan juga oleh Camat untuk mengosongkan,” ujar Mumung.

Bahkan menurut Mumung, salah satu warga sudah merelakan bangunannya ditertibkan. “Bahkan mereka sudah mengakui itu tanah pemerintah. Dari hasil rembukan, baru kami lakukan eksekusi,” ucapnya.

Camat Batuceper, Hidayatullah mengakui, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada pemilik bangunan sebelum melakukan penggusuran. Dikatakan, warga yang tempat tinggalnya digusur akan direlokasi ke rumah susun di Cibodas sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Tangerang.

“Kami akan relokasi ke Rusun di Cibodas. Karena ini menggunakan tanah pemerintah. Kecuali punya AJB, sertifikat dan surat lainnya. Tapi, warga tidak punya sama sekali,” kata Hidayatullah.

Meski sempat diwarnai kericuhan, namun pembongkaran dapat dilangsungkan petugas Satpol PP dibantu polisi serta TNI. Tak butuh waktu lama, petugas langsung meratakan bangunan dengan alat berat.
Meski sempat diwarnai kericuhan, namun pembongkaran dapat dilangsungkan petugas Satpol PP dibantu polisi serta TNI. Tak butuh waktu lama, petugas langsung meratakan bangunan dengan alat berat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Menanggapi permintaan warga terkait kerohiman, Hidayatullah menyebut bahwa tidak ada aturan untuk memberikan kerohiman.

“Enggak ada, aturannya memang enggak ada,” ungkapnya.

Meski sempat diwarnai kericuhan, namun pembongkaran dapat dilangsungkan petugas Satpol PP dibantu polisi serta TNI.

Tak butuh waktu lama, petugas langsung meratakan bangunan dengan alat berat.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved