VIDEO: Menengok Kampung Bekelir Tangerang, Terinspirasi Kampung Malaka Malaysia
Menurut Adi, seniman yang bergabung di dalam projek ini bukan hanya dari Indonesia, namun juga mancanegara.
Pemukiman di Tangerang tepatnya di kawasan sungai Cisadane, kelurahan Babakan, kecamatan Tangerang, Kota Tangerang dulunya dikenal sebagai kampung yang kumuh.
Namun sekitar setahun lalu, kawasan ini disulap menjadi kawasan penuh gambar dan warna warni di setiap sudutnya.
Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah meresmikan projek Kampung Bekelir ini menjadi kampung yang indah dan ramah lingkungan pada tanggal 19 November 2017 lalu.
Sejak itu pun kawasan ini menjadi salah satu magnet daya tarik wisata berswafoto di kota Tangerang.
Adi, salah satu warga Kampung Bekelir, Selasa (2/10/2018) kepada Warta Kota menceritakan, awal mula konsep kampung bekelir ini digagas oleh Ibnu Jandi, seorang Direktur LSM Kebijakan Publik Tangerang.
“Dia studi banding ke Malaka, Malaysia. Lalu diterapkan disini,” ujar Adi.
Menurut Adi, seniman yang bergabung di dalam projek ini bukan hanya dari Indonesia, namun juga mancanegara.
“Ada seniman yang Depok, Jakarta, Afrika, dan Australia. Kurang lebih ada 30 seniman yang bergabung,” ujarnya.
Bahkan, para seniman yang tergabung di projek ini merupakan sukarelawan dan tidak menerima bayaran. Mereka hanya ingin karya seninya dikenal dan juga bermanfaat untuk mengubah pandangan masyarakat luar terhadap Kampung Bekelir.
Keberadaan mural di Kampung Bekelir pun mengubah stigma negatif di pemukiman tersebut. "Kita ini dulu dicapnya kampung kumuh sama dinas sosial Tangerang," ujar Adi lagi.
(Shofa Nurjannah/PKL2)