Perawat Wajib Punya Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan

Masih banyak orang yang berpikir bahwa pendamping lansia adalah pendamping orang sakit. Padahal tidak semua lansia itu dalam kondisi sakit.

Perawat Wajib Punya Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan
Warta Kota/Mochammad Dipa
KETUA Umum Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A., Ph.D, menjadi keynote speaker dalam seminar bertajuk ‘Trend Issue dan Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan Gerontik (Homecare)' di Auditorium Graha William Soeryadjaya (GWS), Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). 

PROGRAM Studi Diploma III (D3) Keperawatan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengadakan Seminar “Trend Issue dan Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan Gerontik (Homecare)” di Auditorium Graha William Soeryadjaya (GWS), Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018).

Acara ini digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis Program Studi D3 Keperawatan Fakultas  Vokasi UKI ke-18, sekaligus untuk memperingati Hari Lansia Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

Dalam seminar ini dibahas mengenai legalitas praktek mandiri keperawatan, khususnya keperawatan gerontik (home care), asuhan keperawatan praktis pada lansia di rumah, asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada lansia, dan isu kebijakan dan regulasi nasional, serta trend issue lansia di Indonesia. 

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Timur, Ns. Muzamil S.Kep mengatakan, jumlah perawat yang telah memiliki legalitas praktik mandiri keperawatan belum banyak.

Hal ini dikarenakan selama ini tenaga perawat masih dikoordinir oleh institusi pelayanan kesehatan dalam hal ini pihak rumah sakit.

“Baru puluhan yang mencatatkan secara izin, karena selama ini masih dikoordinir oleh institusi, misalkan dari rumah sakit ada pasien butuh perawatan. Kemudian institusinya mengkoordinir perawatnya untuk homecare (perawatan di rumah),” ucap Muzamil di sela-sela acara seminar.

KETUA Dewan Pengurus Daerah Persatuan (DPD) Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Timur, Ns. Muzamil S.Kep, memberi kata sambutan dalam seminar bertajuk ‘Trend Issue dan Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan Gerontik (Homecare)' di Auditorium Graha William Soeryadjaya (GWS), Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018).
KETUA Dewan Pengurus Daerah Persatuan (DPD) Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Timur, Ns. Muzamil S.Kep, memberi kata sambutan dalam seminar bertajuk ‘Trend Issue dan Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan Gerontik (Homecare)' di Auditorium Graha William Soeryadjaya (GWS), Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). (Warta Kota/Mochammad Dipa)

Seminar bertajuk ‘Trend Issue dan Legalitas Praktek Mandiri Keperawatan Gerontik (Homecare)' ini diadakan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia Program Studi Diploma III (D3) Keperawatan di Auditorium Graha William Soeryadjaya (GWS), Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (3/10).

Muzamil menyebutkan, seperti diatur oleh  undang nomor 38 tahun 2014 bahwa perawat harus memiliki izin untuk melaksanakan praktek mandiri keperawatan.

Hal ini sangat penting karena ketika perawat telah memiliki izin praktik, maka perawat tersebut secara hukum sudah bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilaksanakan.

“Dari izin tersebut nantinya juga ada pembinaan perawat yang melaksanakan pelayanan praktek mandiri. (dikeluarkannya izin praktik) tentunya perawat sudah mempunyai persyaratan legalitas, serta sudah kompeten karena dalam izin tersebut harus memenuhi persyaratan di bidang akademik, kompetensi dan sarananya,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved