Breaking News:

Kasus Ratna Sarumpaet

Dokter Bedah Plastik Ungkap Kejanggalan Luka di Wajah Ratna Sarumpaet

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet diyakini dokter spesialis bedah plastik, Tompi, adalah rekayasa.

Arie Puji Waluyo
Tompi saat ditemui di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). 

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet diyakini dokter spesialis bedah plastik, Tompi, adalah rekayasa.

Pasalnya Tompi yakin jika luka dalam potret Ratna Sarumpaet yang beredar bekas operasi plastik, bukan merupakan bekas penganiayaan.

Hal itu disampaikan Tompi lewat akun twitternya, @dr_tompi; pada Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, kasus Ratna Sarumpaet adalah sebuah rekayasa yang disusun elit politik jelang Pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

Baca: Polisi Pastikan Ratna Sarumpaet Masuk RS Bedah Bina Estetika pada 21 September

"Gilaaaaa menjadikan bengkak operasian sebagai akibat di keroyok massa!!! Mrk sedang membodohi diri sendiri. Dan kita rakyat tertipu dan terbawa amarah. Ini contoh bagus bagaimana oknum politisi memainkan jurus2," tulis Tompi menyindir Ratna Sarumpaet yang diketahui lawan politik Joko Widodo-Ma'ruf Amien dalam Pilpres 2019.

Tompi: Mereka sedang membodohi diri sendiri

Peryataannya bukan tanpa bukti. Hal tersebut diyakinkan Tompi dapat dilihat dari bekas sayatan pada potret wajah Ratna Sarumpaet yang lebam dan terdapat jahitan di kedua ujung sisi kiri dan kanan kelopak mata.

Baca: Viral Karena Kasus Ratna Sarumpaet, Seluruh Dokter RSK Bina Estetika Mendadak Bolos Praktik!

Bekas luka tersebut katanya menjawab kebenaran, apakah Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan atau menjalani operasi plastik.

Sebab, setiap luka memiliki karakteristik yang khas, walau tidak meninggalkan bekas pada permukaan kulit.

"Setiap operasi dg sayatan pasti akan meninggalkan Bekas. Op bedah plastik itu bukan TDK BERBEKAS, Tp bs disembunyikan BEKAS nya. Jd kl org di op tp gak ngaku bisa aja. Tp bekas nya akan berbicara," tulis Tompi.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved