45 Bangli dan 7 Lapak PKL di Jalan Sejajar Rel di Beji Depok Dibongkar Satpol PP

Satpol PP Depok membongkar 45 bangunan liar dan lapak PKL yang dibangun sejajar rel di Beji, Depok.

45 Bangli dan 7 Lapak PKL di Jalan Sejajar Rel di Beji Depok Dibongkar Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satpol PP Depok membongkar bangunan liar di pinggir rel di Beji, Depok. 

KEPALA Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yayan Arianto menuturkan ada 45 bangunan liar (bangli) dan 7 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sejajar Rel, Kemiri Muka, Beji, Depok, yang ditertibkan pihaknya, Rabu (3/10/2018) hari ini.

"Total seluruhnya ada 45 bangunan liar dan 7 lapak PKL di Jalan Sejajar Rel yang kami tertibkan hari ini. Yang kami bongkar paksa 32 bangunan liar, sedangkan 13 lainnya sudah membongkar sendiri. Selain itu 7 lapak PKL juga kami bongkar paksa," kata Yayan, Rabu.

Ia mengatakan pembongkaran dilakukan sebab keberadaan lapak PKL dan bangli di sana berdiri di atas pedestrian. Bahkan sebagian besar juga tumpah hingga menutup sebagian badan jalan.

Menurutnya sejak Agustus sampai awal September pihaknya sudah 3 kali melayangkan surat teguran kepada ratusan PKL dan pemilik bangli di sana.

Namun nyatanya kata Yayan surat teguran itu tidak diindahkan termasuk surat perintah bongkar.

"Kami layangkan surat perintah bongkar ke mereka pekan lalu. Mereka kami beri kesempatan sampai akhir pekan kemarin, agar mereka membongkar sendiri lapak PKL dan bangunan mereka. Namun sampai pagi tadi sebagian besar mereka tak juga memindahkan lapak dan membongkar bangunan liar mereka, sehingga kami tertibkan dan bongkar paksa," kata Yayan.

Yayan mengatakan penertiban dilakukan berdasarkan Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, karena bangunan dan lapak PKL berdiri diatas pedestrian dan memakan bahu jalan.

"Mereka menjadi penyebab utama yang membuat kemacetan di sekitar Jalan Sejajar Rel, serta membuat truk sampah besar yang masuk ke sana untuk mengangkut sampah di Pasar Kemiri Muka, agak sulit masuk," kata Yayan.

Sebab kata Yayan, lebar ruas jalan hanya cukup untuk dua kendaraan berlawanan arah. "Jadi jika bahu jalan dipenuhi PKL, maka menjadi sumber kemacetan dan truk sampah sulit masuk," katanya.

Yayan menjelaskan semua lapak dan bangunan liar yang ada di pedestrian dan bahu jalan di Jalan Sejajar Rel, semuanya digunakan sebagai tempat usaha.

"Sehingga juga membuat wilayah di sepanjang jalan itu terkesan kumuh," kata dia.

Dengan dibongkarnya lapak PKL dan bangli di sana, kata Yayan diharapkan arus lalu lintas di sana jauh lebih lancar dibanding sebelumnya serta tidak lagi terkesan kumuh. "Sebab keberadaan mereka membuat kemacetan di sana," kata Yayan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved