Penganiaya Bocah di Bekasi Ditangkap di Cirebon

ARIYANTO (29), pelaku kekerasan terhadap anak di Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, akhirnya ditangkap polisi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Ariyanto (29), penganiaya bocah di Bekasi berinisial M (5). 

ARIYANTO (29), pelaku kekerasan terhadap anak di Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, akhirnya ditangkap polisi.

Ariyanto ditangkap di Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/10/2018) kemarin, setelah buron selama 10 hari. Ia diduga menganiaya bocah berinisial M (5) hingga mengalami luka cukup serius.

"Atas informasi dan keterangan beberapa saksi, kita mendapatkan keberadaan pelaku di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Kita melakukan pengejaran kesana, tidak berhasil. Kemudian kita mendapatkan informasi di daerah Cirebon, kita kejar, berhasil ditangkap," ungkap Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko, Selasa (2/10/2018).

Baca: Bocah Lima Tahun Dibenturkan ke Lantai oleh Teman Ibunya yang Mabuk Setelah Pulang dari Kafe

Wijonarko mengatakan, kekerasan terjadi pada 21 September 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu ibu korban berinisial AN minum minuman keras di kafe bersama Ariyanto dan tiga teman lainnya.

Kemudian pada 22 September 2018 sekitar pukul 01.00 dini hari. Pelaku dan kedua temannya pulang terlebih dahulu ke rumah ibu korban.

"Pelaku sama temannya ini motornya di titipin di rumah ibu korban. Kedua temannya ini pulang, sedangkan pelaku masuk ke rumah dan ingin memerkosa Asisten Rumah Tangga (ART), tapi gagal karena ART itu kabur," ungkapnya.

Baca: Bocah Umur 5 Tahun Dianiaya Teman Ibunya, Polisi Periksa Empat Saksi

Mendengar ribut-ribut, korban M bangun. Karena kesal dan dalam keadaan mabuk, pelaku melampiaskannya ke korban, hingga korban mendapatkan luka parah pada bagian wajah dan kepala.

"Luka korban cukup serius. Pelaku secara brutal melakukan penganiyaan dengan cara membenturkan kepala korban ke dinding serta menyeret korban ke kamar mandi," jelas Wijonarko.

Dalam kasus ini kepolisian mengamankan barang bukti berupa sepasang sandal, satu buah seprai warna hijau bernoda darah, dua baju korban bernoda darah, surat visum, dan akta kelahiran.

Pelaku dijerat pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved