Gempa Donggala Palu

Jokowi Lambat Ambil Keputusan, Sudirman Said Paparkan Lima Prinsip Manajemen Krisis

Lambatnya penanganan bencana yang dilakukan Pemerintahan Joko widodo dalam menanggulangi bencana alam Palu dan Donggala mendapatkan sorotan

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
WARTA KOTA/YOSIA MARGARETTA
Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengunjungi Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/6/2018). 

LAMBATNYA penanganan bencana yang dilakukan Pemerintahan Joko widodo dalam menanggulangi bencana alam Palu dan Donggala, sulawesi Tengah mendapatkan sorotan sejumlah pihak, termasuk Sudirman Said. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDMM) Republik Indonesia itu pun memaparkan lima prinsip manajemen krisis.

Paparan itu disampaikannya lewat akun twitternya @sudirmansaid pada Selasa (2/10/2018). Lima prinsip tersebut untuk menjadi pedoman Jokowi-sapaan Joko Widodo; dalam menanggulangi bencana.

"Lima Prinsip Manajemen Krisis: 1) perjelas siapa yang memimpin, 2) tunjuk juru bicara tunggal, jangan bersahutan, 3) jujur, jangan sembunyikan apapun, 4) terbuka pada setiap masukan dan uluran tangan, 5) kordinasi adalah kerendahan hati," tulis Sudirman Said.

(https://twitter.com/sudirmansaid/status/1046934040907931648)

Pernyataan pun disambut ramai masyarakat. Beberapa bahkan menambahkan Prinsip Manajemen Krisis yang dipaparkan calon anggota legislatif dari Partai Gerindra itu.

"Bersikap jujur atas ketidakmampuan mengatasi keadaan & dengan rendah hati meminta pertolongan pada pihak lain untuk membantu mengatasi masalah adalah salah satu ciri pemimpin yang baik dan berintegritas. #leadership," tulis Sutan Kabasaran lewat akun @angkusanang.

(https://twitter.com/angkusanang/status/1046943810406703106)

"6).Bentuk posko penanganan Bencana, 7).Koordinasi satu pintu para relawan 8).Siapkan tenaga ahli para Relawan 9).Maping titik2 bencana untuk menyebar para relawan terlatih. 10).Siapkan tools, Medical, alat2Berat dll,' tambah @hendy_oktinal.

(https://twitter.com/hendy_oktinal/status/1046937749385666560)

cepat tanggapnya penanganan bencana alam diungkapkan Sudirman Said senyatanya untuk memberikan rasa aman kepada Masyarakat. Sehingga kerusuhan hingga aksi penjarahan yang dilakukan korban bencana karena kelaparan tidak terulang.

Tahun 2004, ketika Tsunami Aceh-Nias terjadi, Presiden SBY menugaskan Menkokesra dan Panglima TNI memimpin operasi tanggap darurat. Wapres JK mensupervisi ketat. Gabungan kecepatan tindakan dan kepemimpinan yang kuat, berhasil memitigasi suasana chaos," tulis Sudirman Said.

(https://twitter.com/sudirmansaid/status/1046665767117250560) (dwi)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved