Ciptakan Batik Neo Tangsel, Harry Darsono Terinspirasi Empat Musim di Dunia

Perancang ternama Harry Darsono dipercaya jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengembangkan motif batik Tangsel.

Istimewa
PERANCANG Harry Darsono setelah acara Festival Batik Tangsel 2018 di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/10/2018). 

PERANCANG ternama Harry Darsono dipercaya jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengembangkan motif batik Tangerang Selatan (Tangsel).

"Atas pesanan beliau (Kepala Dinas Pariwisata), saya sudah membuat konsep desain semuanya sudah saya siapkan untuk ditunjukkan dan dipamerkan," ujar Harry setelah acara Festival Batik Tangsel di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (2/10/2018).

Pria yang sudah 47 tahun bergelut di dunia fesyen itu mengaku terinspirasi dari empat musim di dunia ketika menciptakan batik yang disebut batik neo Tangsel.

"Warnanya, spring, summer, autumn, winter, empat musim. Alam memberi empat musim semua saya tuangkan," ucap Harry.

Karya batik neo tangsel akan di-launching pada 26 November 2018, bersamaan dengan momen ulang tahun Kota Tangerang Selatan yang ke-10.

Harry juga memaparkan, sudah menyiapkan 10 lembar batik dengan motif yang berbeda-beda dan khusus diciptakan sebagai batik neo tangsel.

"Ada 10 lembar, satu lembarnya berisi berbagai motif, ada belasan," jelasnya.

Kata Neo pun disematkan sebagai bentuk kebaruan dari batik tangsel terdahulu yang identik dengan bunga anggrek dan warna tosca.

"Kebaruan itu sesuatu yang baru, nanti kita minta HaKI, Hak Kekayaan Intelektual," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Judianto mengatakan sengaja memilih nama Harry Darsono untuk membantu memasarkan batik Neo Tangsel.

"Kita bawa nama besar beliau untuk mendongkrak pemasaran batik tangsel," ujarnya. (M19)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved