Breaking News:

Lingkungan

SPAL di Pulau Lancang Kepulauan Seribu untuk Meminimalisir Pencemaran Lingkungan

Pembangunan fasilitas SPAL di Pulau Lancang bertujuan untuk memastikan air limbah milik warga layak buang.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) sedang dibangun di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, untuk meminimalisir pencemaran lingkungan. 

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU---  Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu membangun Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu.

Pembangunan SPAL dilakukan untuk memastikan air limbah milik warga layak buang.

Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Ahmad Saiful mengatakan, pembangunan SPAL yang sudah dilakukan sejak Agustus 2018 tersebut kondisinya kini sudah mencapai 20 persen.

Baca: Pencemaran Lingkungan, Tiga Langkah Dinas Lingkungan Hidup Jadikan Kali Bekasi Bersih Bebas Limbah

“Masa pelaksanaan pembangunan SPAL di Pulau Lancang berlangsung selama 135 hari dan dilaksanakan PT Aura Hutaka dan PT Turba Kalimal Konsultan. Target selesainya pertengahan Desember 2018,” ujar Saiful, Minggu (30/9/2018).

Menurut Saiful, pembangunan fasilitas SPAL di Pulau Lancang bertujuan untuk memastikan air limbah milik warga layak buang.

Harapannya, SPAL itu dapat mengurangi dan meminimalisir dampak pencemaran lingkungan di Pulau Lancang.

“Ini untuk menampung pembuangan air limbah rumah tangga warga dan nanti diolah di tanki IPAL  (Instalasi Pengolahan Air Limbah--Red)  supaya air buangannya jadi layak buang," ucapnya.

"Kalau selama ini kan warga langsung buang ke tanah itu mencemarkan air tanah,” kata Saiful lagi.

Baca: Ganggu Baku Air PDAM, Langkah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Mengatasi Pencemaran Kali Bekasi

Pembangunan SPAL di Pulau Lancang dibagi menjadi dua titik yakni Zona 1 yang berlokasi di dekat fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Zona 2 yang dibangun tidak jauh dari dermaga utara.

“Pembangunan di dua zona tersebut rencananya akan disambungkan ke 600 rumah penduduk setempat. Rinciannya IPAL Zona 1 —> 250 SR (Sambungan Rumah) dan IPAL Zona 2 —> 350 SR,” tuturnya.

Menurut Saiful, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,9 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018 untuk proses pembangunan SPAL di Pulau Lancang

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved