Kembali Tunjukkan Kekompakan, Ratusan Pedagang Pasar Santa Berikan Santunan 500 Anak Yatim

Ratusan pedagang Pasar Santa menggelar pengajian serta santunan terhadap ratusan anak yatim sebagai peringatan tahun baru Muharam 1440.

Kembali Tunjukkan Kekompakan, Ratusan Pedagang Pasar Santa Berikan Santunan 500 Anak Yatim
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ratusan pedagang Pasar Santa, Jakarta Selatan pada Minggu (30/9/2018) menggelar pengajian serta santunan terhadap ratusan anak yatim sebagai peringatan tahun baru Muharam 1440. 

PASAR Santa tak hanya kondang dengan sentra kopinya. Pasar ini juga terkenal dengan kekompakan para pedagang.

Dalam sejumlah kesempatan, paguyuban pedagang menggelar berbagai kegiatan positif.

Seperti yang tampak pada Sabtu (29/9/2018), ratusan pedagang di sana menggelar pengajian serta santunan terhadap ratusan anak yatim sebagai peringatan tahun baru Muharam 1440.

Kepala Pasar Santa Ahmad Subhan mengatakan, pihaknya mengundang sekitar 500 anak yatim dari panti asuhan maupun dari sekitar lokasi pasar, untuk bersama-sama merayakan tahun baru Islam di bulan Muharam ini.

"Sudah menjadi kegiatan rutin para pedagang, setiap perayaan hari besar Islam, mereka sepakat menggelar santunan. Ini sebagai bentuk rasa syukur mereka atas pencapaian berdagangnya selama ini sekaligus berbagi dengan sesama," kata Subhan ditemui di sela acara.

Subhan bangga melihat kekompakan para pedagang dan dilakukan dengan tindakan nyata seperti ini. Yang menarik, dalam kegiatan ini, para pedagang berlomba-lomba untuk berkontribusi, baik dalam hal iuran maupun penyediaan aneka makanan untuk mendukung acara.

"Mereka luar biasa. Bahkan, untuk menyediakan makan dan minum, mereka berebut. Semuanya ingin berkontribusi. Tujuannya tidak lain untuk mencari ridhonya," ungkapnya.

Suradi, pemilik toko Dunia Kopi di pasar itu percaya bahwa kegiatan shodaqoh justru akan menambah keberkahan usahanya. Ia percaya, semakin banyak beramal atau bershodaqoh, Tuhan akan memberikan gantinya bahkan nilainya berlipat.

"Saya sudah membuktikannya sendiri kekuatan sedekah ini. Saya percaya hakikat rejeki itu tak lepas dari sekedah. Dalam berdagang, saya mencoba belajar dari apa yang dilakukan rasulullah," ungkapnya.

Bagi Suradi, berdagang sama halnya dengan dakwah yakni ajang silaturahim dengan pembeli, menyebarkan kebaikan dan menjalankan praktik-praktik kejujuran.

"Saya memperlakukan pembeli itu sama saja, baik orang lokal dengan orang luar negeri ya saya kasih harga sama. Kalau ada yang ingin tanya soal takaran campuran kopi, meskipun banyak orang beranggapan itu sebagai rahasia dapur pedagang, tapi saya bagi saja. Sebab ilmu itu buat diamalkan. Saya percaya rejeki sudah diatur," katanya.

Ajang ini sekaligus sebagai ajang silaturahim para pedagang serta untuk menambah keimanan dengan mendengarkan ceramah agama dari KH M Haris Hakam.

Dalam ceramah bertema "Dengan 1 Muharam Mempererat Ukhuwah Islamiah dan Ukhuwah Insaniah Pedagang Pasar Santa" ini, KH Haris menegaskan bahwa kegiatan beramal atau bersedekah tidak akan pernah berakhir sia-sia. "Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung dan semakin sering dilakukan," harapnya.

Ustaz Lukman yang juga hadir dalan kesempatan itu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pedagang.

"Ini luar biasa sekali di saat banyak orang menggenggam erat uangnya, namun pedagang di pasar itu justru dengan tangan terbuka membagi rejekinya untuk para anak yatim. Hakikat shodaqoh, kalau diibaratkan, bagai uang di kantong belum habis tapi akan ada uang lain yang datang. Rejeki terus mengalir karena ridho Allah," tandasnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved