Pemilu 2019

Wali Kota Jakarta Barat: Tinggalkan Cara-cara Kampanye Tradisional

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengimbau agar masyarakat meninggalkan cara-cara kampanye tradisional yang banyak dampak negatifnya.

Wali Kota Jakarta Barat: Tinggalkan Cara-cara Kampanye Tradisional
Istimewa
ILUSTRASI Kampanye 

MASA kampanye Pemilu 2019 digelar mulai tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019 mendatang. Selama masa kampanye tersebut, dipastikan ada banyak bendera hingga stiker yang digunakan para simpatisan parta politik dan caleg.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi pun mengimbau agar meninggalkan cara-cara kampanye tradisional semacam itu. Pasalnya kampanye tersebut memberikan beberapa dampak negatif.

“Ya kita kan kampanyenya masih tradisional sih, pasang gambar, pasang bendera. Nggak perlu deh masang-masang bendera, biayanya juga mahal, repot pula, gesek-gesekan lagi,” kata Rustam, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Rustam, sebaiknya para simpatisan partai politik dan caleg menggunakan cara-cara yang kekinian seperti memanfaatkan teknologi. Sehingga visi dan misi mereka bisa lebih tersampaikan kepada masyarakat.

“Padahal sudah ada alat-alat, tinggal seperti apa kampanye yang paling efektif kan. Masih ada yang lebih canggih, pakai WA (WhatsApp) aja sudah jadi kampanyenya,” sambung Rustam.

Rustam menambahkan cara-cara kampanye tradisional sudah lama ditinggalkan di banyak negara. Maklum saja, cara tersebut dianggap tidak efektif lagi ditengah perkembangan teknologi yang begitu pesat.

“Ini barangkali supaya meriah gitu, tapi juga dampak negatifnya yang harus kita pertimbangkan, cara cerdas lah. Kita atur kampanye secara baik. Di luar negeri ngga ada kampanye model begini, ngga ada,” tuturnya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved