Gempa Donggala Palu

Ternyata Penyebab Tsunami di Palu Akibat Sedimen Dasar Laut di Kedalaman 200-300 Meter

Mengapa tsunami di Palu, Sulawesi Tengah cukup besar? Hasil analisa ahli tsunami, penyebab tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, dipicu oleh longsoran.

Ternyata Penyebab Tsunami di Palu Akibat Sedimen Dasar Laut di Kedalaman 200-300 Meter
HANDOVER
KM Sabuk Nusantara 39. 

WARTA KOTA, PALMERAH--Mengapa tsunami di Palu, Sulawesi Tengah cukup besar? Hasil analisa ahli tsunami, penyebab tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, dipicu oleh longsoran sedimen di dasar laut.

Longsoran di Teluk Palu itu terjadi akibat gempa 7,4 SR yang sebelumnya telah menghantam Donggala.

"Kenapa terjadi tsunami cukup besar? Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa ahli tsunami. Ada dua penyebabnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Sabtu (29/9/2018).

Pertama, di Teluk Palu, tsunami yang menerjang cukup tinggi, terjadi akibat longsoran sedimen dasar laut di kedalaman 200-300 meter.

Sedimen itu dibawa dari sungai yang bermuara di Teluk Palu.

Sutopo menjelaskan, sedimen tersebut belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga saat diguncang gempa terjadi longsor.

"Ketika diguncang gempa 7,4 SR tadi akhirnya runtuh, longsor, dan membangkitkan tsunami. Kalau dilihat video di Pantai Talise, tsunami awal itu airnya jernih, tetapi kemudian datang dari laut bergelombang dan naik-turun airnya kondisinya keruh. Menurut analisis ahli, itu kemungkinan dipicu longsoran di dasar laut," tuturnya.

Penyebab kedua, bagian luar disebabkan gempa lokal. Tinggi tsunami tidak sebesar akibat longsoran bawah laut.

"BNPB sudah berkoordinasi untuk segera mengirimkan para ahli tsunami untuk menganalisis lebih jauh menghitung tinggi tsunami," jelasnya.

Penulis: Achmad Subechi
Editor: Achmad Subechi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved