Breaking News:

PSSI Hentikan Liga 1 Tanpa Batas Waktu, Sesmenpora: Ibarat Orang Pacaran Statusnya Digantung

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto menilai apa yang diputuskan Edy Rahmayadi kurang mendidik.

TRIBUNNEWS/ABDUL MAJID
Menpora Imam Nahrawi memimpin doa di kediaman almarhum Haringga Sirla yang berada di Jalan Bangun Nusa, Jakarta Barat, Rabu (26/9/2018). 

KETUA Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi menghentikan kompetisi Liga 1 hingga waktu yang belum ditentukan, setelah meninggalnya suporter Persija Jakarta Haringga Sirla.

Keputusan tersebut disoroti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto menilai apa yang diputuskan Edy Rahmayadi kurang mendidik.

"Motonya PSSI itu kan profesional bermartabat, artinya kalau profesional itu harus ada hitung-hitungan, harus ada indikatornya," ujarnya di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018).

Baca: Semua Tersangka Pengeroyok Haringga Sirla Tak Punya Tiket

Pemberhentian sementara kompetisi mau seminggu, dua minggu, tiga minggu, kata Gatot S Dewa Broto, bertujuan supaya klub bisa berhitung di segala segmentasi.

"Berhitung kepada investor, sponsor, dan kepentingan lainnya," katanya.

Jika kompetisi dihentikan sementara tetapi dalam waktu yang belum ditentukan, kata Gatot S Dewa Broto, klub dan stakeholder merasa di ambang yang tak tentu.

Baca: Bobotoh Ini Coba Setop Pengeroyokan Haringga Sirla, Namun Akhirnya Mundur karena Takut Jadi Sasaran

"Ibaratnya kalau orang pacaran statusnya digantung, kan enggak suka juga," ucap Gatot.

Sebelumnya pada Selasa (25/9/2018) lalu, Menpora Imam Nahrawi meminta PSSI menghentikan kompetisi Liga 1 selama dua pekan.

"Pemerintah telah mendapat laporan dari berbagai pihak. BOPI juga sudah mebuat pernyataan sikap kemarin sore. Pemerintah meminta liga sepak bola indonesia diberhentikan sementara selama dua minggu," tutur Imam Nahrawi di Gedung Kemenpora.

Politikus asal Bangkalan itu menyebut sepak bola seharusnya bisa menjadi wadah pemersatu, bukan malah memecah belah bangsa. (Reza Deni)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved