Proyek Gorong-gorong di Pancoran Mas Depok Serobot Lahan Warga

Proyek pengerjaan gorong-gorong di Jalan Masjid Lio, RT 3/19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, diduga telah merugikan warga.

Proyek Gorong-gorong di Pancoran Mas Depok Serobot Lahan Warga
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Foto pagar rumah warga yang nyaris ambruk karena pengerjaan gorong-gorong di Depok dan dilaporkan di aplikasi Sigap Depok. 

PROYEK pengerjaan gorong-gorong di Jalan Masjid Lio, RT 3/19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok diduga telah merugikan warga.

Dimana pengerjaannya memakan lahan teras rumah warga hingga nyaris merobohkan pagar rumah warga.

Hal itu dikatakan Andri Susanto, salah seorang warga yang melaporkan apa yang dialaminya tersebut melalui aplikasi Sigap Depok, Jumat (28/9/2018).

Aplikasi Sigap Depok adalah aplikasi yang dibuat Pemkot Depok dan dilaunching April 2018 lalu. Melalui aplikasi ini aduan dan aspirasi dari masyarakat Depok bisa dilaporkan.

Sigap Depok merupakan singkatan dari Sistem Terintegrasi untuk Aspirasi dan Pengaduan Depok.

Dalam laporan Andri Susanto di Sigap, ia menyertakan foto tembok rumahnya yang nyaris ambruk akibat pengerjaan gorong-gorong.

Foto pagar rumah warga yang nyaris ambruk karena pengerjaan gorong-gorong di Depok dan dilaporkan di aplikasi Sigap Depok.
Foto pagar rumah warga yang nyaris ambruk karena pengerjaan gorong-gorong di Depok dan dilaporkan di aplikasi Sigap Depok. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Ia juga menuliskan bahwa laporannya itu disepelekan Pemkot Depok.

"Laporan saya disepelekan soal galian yang merugikan. Dari awal laporan pertama video saya hilang, laporan kedua, saya yang disuruh bertanya ke instansi terkait, apa perlu saya angkat ke media?? Saya pertanyakan hak saya!!! Saluran gorong-gorong kok makan tanah teras saya, sampai mau rubuh pagar dan saya bongkar sendiri, mundurin pagar sendiri, kalau dibiarkan kayak gini keenakan yang terima dana pembongkaran, atau saya laporkan saja operasi tangkap tangan KPK kalau begini caranya!!" tulis Andri.

Dalam laporannya Andri menyertakan bahwa lokasi rumahnya yang dirugikan akibat pengerjaan gorong-gorong di Jalan Masjid Lio, Blok Sri Rejeki Nomor 74, RT 3/19, Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Tak lama setelah laporannya, administrator Sigap Depok yang mewakili Pemkor Depok menyatakan bahwa proyek gorong-gorong di sana adalah program Kementerian PUPR dan bukan Pemkot Depok.

"Terimakasih atas laporan yang disampaikan pak dan mohon maaf kami informasikan kegiatan di lokasi tersebut merupakan program 'kotaku' yang dikerjakan oleh kementerian PUPR," kata Admin Sigap.

"Diharapkan agar bapak berkordinasi dengan pengurus lingkungan setempat untuk lebih mengetahui program dan kegiatan di lokasi tersebut," tambahnya.

Jawaban admin Sigap ini justru membuat pelapor kesal. Sebab jawaban dianggap tidak menyelesaikan masalah serta malahan memerintahkan pelapor untuk berkordinasi seputar program itu.

Menurur Andri, ia tak peduli dengan siapa pihak yang mengerjakan proyek gorong-gorong atau berdasar program dari mana.

"Tapi ini pagar rumah saya rubuh kenapa saya yang tangani sendiri? Gak dibetulin sama pekerjanya?" tulis Andri.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved