Maraknya Penipuan Mengatasnamakan Koperasi Memicu Keprihatinan

Masyarakat umumnya masih beranggapan koperasi sebagai lembaga binaan pemerintah yang diawasi ketat, sehingga seringkali lengah.

Maraknya Penipuan Mengatasnamakan Koperasi Memicu Keprihatinan
Istimewa
ILUSTRASI Rupiah melemah 

Maraknya penipuan mengatasnamakan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) belakangan ini menyiratkan lemahnya pengawasan dan perhatian terhadap badan usaha berbasis anggota tersebut.

Masyarakat umumnya masih beranggapan koperasi sebagai lembaga binaan pemerintah yang diawasi ketat, sehingga seringkali lengah ketika mendapatkan penawaran pinjaman maupun tabungan dari koperasi.

Padahal tugas pemerintah untuk menyosialisasikan fungsi dan peran koperasi ke tengah masyarakat.

Demikian kesimpulan mengemuka dalam dialog interaktif dengan Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom KBI) Jumat (28/9/18) di Jakarta.

Hadir sebagai narasumber Ketua Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia ( Kopsyah BMI) Kamaruddin Batubara, Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan dan Ketua Pengurus KSP Makmur Mandiri Tumbur Naibaho.

Koordinator Forkom KBI Irsyad Muchtar mengatakan, sejak September ini pihaknya sudah menerima tiga laporan penipuan mengatasnamakan KSP.

Kendati metode penipuannya sangat sederhana, namun masyarakat tetap saja terkecoh.

Pihak penipu hanya menawarkan simpanan atau tabungan dengan bunga relatif tinggi.

Setelah itu, korban diminta mentrasfer sejumlah uang setoran awal ke rekening yang sudah ditentukan oleh penipu.

Selanjutnya, bisa ditebak penipu langsung menghilang alias tidak bisa dihubungi lagi.

Halaman
123
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved