FIHRRST dan Universitas BINUS Bantu Napi Perempuan Mengatasi Stres

Trauma seringkali menjadi faktor yang membuat perempuan WBP cenderung memiliki tingkat permasalahan psikologis lebih tinggi.

FIHRRST dan Universitas BINUS Bantu Napi Perempuan Mengatasi Stres
Warta Kota/Dwi Rizki
Tequila Bester (Psikolog Utama), James Kallman (Pendiri FIHRRST), Rita Eriani (Kasi Min Kamtib Lapas Perempuan Kelas II Tangerang), dr. Nuning S. Kamaratri (Kepala Tim Medis Lapas Perempuan Tangerang) saat dialog bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara (BINUS) bertema ‘Peran Kemitraan Public-private dan Ilmu Psikologi dalam Program Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan’ di Kampus BINUS, Alam Sutera, Tangerang (28/9/2018). 

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan dinilai memiliki permasalahan lebih kompleks dibandingkan tahanan pria.

Tidak hanya faktor psikis, tetapi juga psikologis.

Permasalahan tersebut diungkapkan pendiri The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) James Kallman di sela-sela acara kuliah umum ‘Peran Kemitraan Public-private dan Ilmu Psikologi dalam Program Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan’ di Kampus Bina Nusantara (Binus), Alam Sutera, Tangerang (28/9/2018).

Menurutnya, terdapat banyak faktor pemicu stres terhadap napi perempuan, mulai dari kelebihan kapasitas hingga sulitnya menerima kondisi yang terjadi, termasuk pemisahan dari keluarga dan sulit beradaptasi dengan lingkungan penjara.

Selain itu, pengalaman trauma di masa lalu seringkali menjadi faktor yang membuat perempuan WBP cenderung memiliki tingkat permasalahan psikologis lebih tinggi.

Tequila Bester (Psikolog Utama), James Kallman (Pendiri FIHRRST), Rita Eriani (Kasi Min Kamtib Lapas Perempuan Kelas II Tangerang), dr. Nuning S. Kamaratri (Kepala Tim Medis Lapas Perempuan Tangerang) saat dialog bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara (BINUS) bertema ‘Peran Kemitraan Public-private dan Ilmu Psikologi dalam Program Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan’ di Kampus BINUS, Alam Sutera, Tangerang (28/9/2018).
Tequila Bester (Psikolog Utama), James Kallman (Pendiri FIHRRST), Rita Eriani (Kasi Min Kamtib Lapas Perempuan Kelas II Tangerang), dr. Nuning S. Kamaratri (Kepala Tim Medis Lapas Perempuan Tangerang) saat dialog bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara (BINUS) bertema ‘Peran Kemitraan Public-private dan Ilmu Psikologi dalam Program Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan’ di Kampus BINUS, Alam Sutera, Tangerang (28/9/2018). (Warta Kota)

Situasi tersebut menjadi indikator pentingnya penyediaan layanan kesehatan mental bagi para perempuan penghuni lembaga pemasyarakatan.

Oleh karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Jurusan Psikologi Universitas Binus melaksanakan program pembinaan WTP di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang, Banten.

"Mendukung pelaksanaan Basic Principles for the Treatment of Prisoners, FIHRRST dan Fakultas Psikologi BINUS bekerjasama dengan Tifa Foundation dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang dalam kerangka Kemitraan Public-Private. Tujuannya agar pengelola lembaga pemasyarakatan di Indonesia untuk memenuhi kaidah-kaidah sesuai Basic Principles for the Treatment of Prisoners," jelasnya dalam siaran tertulis pada Jumat (28/9/2018).

Melihat permasalahan tersebut FIHRRST bekerjasama dengan Jurusan Psikologi Universitas BINUS telah mengupayakan penguatan kondisi psikologis WBP perempuan di LP Tangerang.

WBP yang memiliki pengalaman traumatis dan kendala dalam pengelolaan stres dan emosi, diberi kesempatan mengikuti konseling emosi dan trauma.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved