Minggu, 12 April 2026

Ini Alasan Jokowi Keras Kepala Bangun Infrastruktur

MARAKNYA pembangunan infrastruktur belakangan ini tidak lepas dari peran Presiden Joko Widodo yang memilih untuk melakukan hal itu.

Editor: Fred Mahatma TIS
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
PRESIDEN Joko Widodo (rompi merah) meninjau ruas jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Jakasampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/11/2017). 

MARAKNYA pembangunan infrastruktur selama beberapa tahun terakhir tidak lepas dari peran Presiden Joko Widodo yang memilih untuk melakukan hal tersebut.

Meski tidak sedikit kalangan yang menganggap kebijakan itu tidak bermanfaat untuk jangka pendek, namun hal tersebut tetap dilakukan dan perlahan mulai kelihatan hasilnya di daerah-daerah yang merasakan dampak pembangunan.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika dalam sebuah diskusi di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018) kemarin menceritakan kenapa pemerintah memilih membangun infrastruktur dalam jumlah besar.

Salah satu yang mendorong hal itu adalah keyakinan Jokowi bahwa hal tersebut memang diperlukan sebagai landasan bagi generasi di masa mendatang.

"Harus ada yang keras kepala ambil risiko untuk itu. Mungkin tidak bisa kita rasakan dalam jangka pendek, atau jangka menengah dalam 5 tahun ini. Tapi percayalah, ini satu generasi bisa ditutup dengan adanya pilihan untuk melakukan pembangunan infrastruktur demi adanya investasi tadi," kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, jika bicara ekonomi, ujungnya adalah mengupayakan investasi masuk ke dalam negeri sehingga roda perekonomian bisa berjalan. Agar investasi bisa berjalan mulus, perlu dukungan infrastruktur yang memadai.

Dia mencontohkan, jika ada seorang investor ingin berinvestasi di suatu daerah namun belum ada akses terhadap listrik, bahkan jaringan internet, maka bisa jadi investasi tersebut tidak jadi dilakukan.

Termasuk bila akses menuju ke tempat yang dimaksud masih sulit, atau belum ada bandara maupun jalan yang baik di sana.

"Pembangunan yang berkelanjutan di masa mendatang butuh dukungan dari infrastruktur," tutur Ahmad.

Tidak Populis

Ketika disinggung tentang pilihan terhadap infrastruktur yang dinilai tidak populis, Ahmad membenarkan pandangan itu.

Meski dianggap sebagai kebijakan yang tidak populis, namun Jokowi menilai hal itu sangat penting sebagai modal untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan lebih optimistis.

"Bahwa ada yang masih kurang, keterbatasan dan seterusnya, tentu itu tipikal dari keseluruhan program pembangunan yang terjadi di semua negara. Tapi, yang paling pokok adalah cara pandang dan eksekusi yang makin bagus dari waktu ke waktu," ujar Ahmad. (Andri Donnal Putera)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita tentang Keras Kepalanya Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved