Ada 58 Penunggak Pajak Mobil Pilih Bayar di Lokasi Razia

Pemilik mobil menandatangani surat pernyataan dan berjanji dalam lima hari ke depan akan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Ada 58 Penunggak Pajak Mobil Pilih Bayar di Lokasi Razia
Warta Kota/Feryanto Hadi
Sejumlah petugas gabungan saat melakukan razia kendaraan yang tidak membayar pajak kendaraan, Kamis (27/9). 

PULUHAN pengendara roda empat terjaring razia ketaatan pajak kendaraan bermotor yang dilakukan Samsat Jakarta Selatan bersama Satlantas Jakarta Selatan dan Dinas Perhubungan yang dilakukan di depan Taman Makam Kalibata, Kamis (27/9/2018).

Sebagian memilih untuk membayar pajak di lokasi razia. Sementara, sebagian lain menandatangani surat pernyataan akan membayar pajak dalam lima hari ke depan. Puluhan kendaraan lain ditilang.

"Rinciannya sebanyak 58 pemilik kendaraan bayar di lokasi senilai Rp190 juta. Yang bikin surat pernyataan akan melakukan pembayaran sebanyak 34 dengan nilai Rp227 juta," ujar Budianto selaku Kasubag TU Samsat Jakarta Selatan di lokasi razia.

Razia ini merupakan razia pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018).

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Khairil Anwar mengatakan, razia ini digelar sesuai dengan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 pasal 70 dikatakan setiap kendaraan wajib membawa STNK yang sah dan pengesahan itu dilakukan setiap tahun.

"Kita lakukan tindakan apabila kedapatan pengendara yang tidak membawa STNK yang tidak sah. Ada beberapa opsi yang dilakukan, seperti penilangan oleh Satlantas, membayar langsung di loket yang ada di lokasi atau menandatangani surat pernyataan bermaterai akan membayar pajak maksimal lima hari ke depan," ujar Khairil di lokasi, Kamis (27/9/2018).

Pemilik mobil Lexus putih, tak banyak beralasan ketika petugas menemukan STNK mobilnya tidak disahkan sejak tahun 2016.

Dengan ini, mobil mewah dengan nilai pajak sekitar Rp15 juta per tahun itu menunggak selama tiga tahun atau sekitar Rp45 juta.

Pemilik mobil menandatangani surat pernyataan dan berjanji dalam lima hari ke depan akan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Merek mobil mewah lain juga terjaring dengan masalah yang sama seperti Toyota Camry, Ferrari, Fortuner.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved