Rabu, 20 Mei 2026

Ronny Pangemanan: Jangan Sekadar Prihatin, Harus Ada Aksi Nyata

Ropa khawatir jika pertikaian antara kedua suporter terus dibiarkan maka itu akan menjadi tradisi buruk.

Tayang:
Bola
Ronny Pangemanan 

HARUS ada konsolidasi dan keseriusan dari semua elemen, termasuk Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Bandung, untuk mendamaikan perselisihan antara pendukung Persija Jakarta (The Jakmania) dan pendukung Persib Bandung (Bobotoh).

Demikian dikatakan Ronny 'Ropan' Pangemanan. Manajer Persija tahun 2002-2003 ini memberi pernyataan terkait meninggalkan Haringga Sirila.

Haringga Sirila, yang berusia 23 tahun dan anggota The Jakmania, meninggal dunia setelah dikeroyok oknum Bobotoh jelang pertandingan Liga 1 2018 antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/9).

Ropan mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil atau Kang Emil, serta pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, mesti menunjukkan keprihatinan mereka tidak dengan sekadar kata-kata.

"Ini pelajaran mahal, yang harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Kita butuh aksi nyata. Tidak sekadar bilang prihatin," tegas Ropan saat berkunjung ke Redaksi Harian Super Ball.

Baca: Manajer Persija Jakarta Kecewa dengan Prilaku Bojan Malisic

"Harus ada aksi nyata dari Pak Anies, Kang Emil, dan Kemenpora. Mereka harus konsolidasi dan turun tangan langsung. Mereka bertemu. Mengumpulkan pendukung Persija dan Persib dan duduk bersama dengan suporter. Undang keluarga korban. Dan, akan lebih baik jika mereka lebih dulu bersama ziarah ke makam Haringga," tandasnya lagi.

Ronny Pangemanan, yang akan bertarung memperebutkan satu kursi di DPRD DKI Jakarta 2019-2024, khawatir jika pertikaian antara kedua suporter terus dibiarkan maka itu akan menjadi tradisi buruk.

"Bisa jadi preseden buruk, karena menjurus ke tradisi balas dendam yang tidak ada habis-habisnya. Ini harus dihindari," ucap calon legislatif Partai Perindo nomor urut 11 dari Dapil I Jakarta Pusat itu.

Lelaki yang pernah menjadi wartawan olahraga ini juga sangat menyesali jika kompetisi Liga 1 sampai dihentikan akibat ulah segelintir suporter tidak bertanggung jawab.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Rabu (26/9/2018)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved