Pemilu 2019

Pengamat: Lebih Banyak Mudaratnya, Sebaiknya Tunda Pemilihan Wagub DKI

Semua perhatian, pikiran, tenaga dan dana yang dimiliki diarahkan untuk memenangkan Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif.

Pengamat: Lebih Banyak Mudaratnya, Sebaiknya Tunda Pemilihan Wagub DKI
Istimewa
MUSNI Umar, Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta 

PADA 23 September 2018, Kampanye Pemilu serentak 2019 telah dimulai.

Semua perhatian, pikiran, tenaga dan dana yang dimiliki diarahkan untuk memenangkan Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif (Parlemen).

Oleh karena itu, semua kegiatan di luar hajat Pemilu serentak sebaiknya dikesampingkan atau ditunda termasuk pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Sosiolog, Musni Umar kepada Warta Kota, Rabu (25/9/2018).

"Memaksakan pemilihan Wakil Gubernur DKI sebelum Pemilu serentak 17 April 2019 lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," kata Musni Umar.

Setidaknya ada lima alasan pemilihan Wakil Gubernur DKI sebaiknya ditunda sampai selesai Pemilu serentak 17 April 2019.

Pertama, akan memecah belah kebersamaan dan persatuan Gerinda dan PKS dalam Pemilu Presiden - Wakil Presiden.

Kedua, para anggota DPRD DKI Jakarta yang mayoritas dari partai-partai politik yang kalah dalam pemilihan Gubernur DKI akan memanfaatkan pemilihan Wakil Gubernur DKI untuk manuver demi meraih dukungan suara dalam Pemilu Presiden - Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif di DKI Jakarta.

Ketiga, Gerindra dan PKS akan membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak suka kepada mereka untuk diadu domba sehingga pecah dan citra kedua partai itu rusak di mata publik.

Keempat, apapun hasil pemilihan Wakil Gubernur DKI tidak akan memuaskan Gerinda dan PKS serta konstituen masing-masing, sehingga akan merugikan kedua partai yang bersekutu dalam Pemilu Presiden - Wakil Presiden tahun 2019.

"Kelima, Gubernur Anies Baswedan masih bisa menjalankan pemerintahan di DKI Jakarta, sehingga tidak ada hal yang memaksa harus segera dilakukan pemilihan Wakil Gubernur sebelum Pemilu Presiden - Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif (Parlemen) 17 April 2019," ungkapnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved