Ketua DPD Gerindra DKI Resmi Cabut Laporan, Bawaslu DKI Akan Gelar Rapat Pleno

Politisi Partai Gerindra Mohamad Taufik akhirnya resmi mencabut gugatannya terhadap KPU DKI Jakarta.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Puadi. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Politisi Partai Gerindra Mohamad Taufik akhirnya resmi mencabut gugatannya terhadap KPU DKI Jakarta.

Menyikapi hal tersebut Bawaslu DKI Jakarta akan segera menggelar rapat pleno untuk menentukan nasib laporan tersebut.

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, mengatakan, pihaknya telah menerima pencabutan laporan itu pada Selasa (25/9) kemarin.

"Pak Taufik kemarin sore, sekitar pukul 15.30 WIB, sudah mencabut laporannya," kata Puadi, Rabu (26/9/2018).

Menurut Puadi, pencabutan laporan yang dilakukan tidak hanya semata di Bawaslu DKI Jakarta.

Taufik juga mencabut laporannya di Polda Metro Jaya dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

"Setelah menerima pencabutan laporan, Bawaslu DKI akan mengadakan rapat pleno. Rapat pleno untuk melihat apakah gugatan Taufik akan dihentikan atau dilanjutkan," katanya.

Bawaslu DKI Jakarta juga akan berkoordinasi dengan DKPP untuk mengkaji langkah KPU DKI Jakarta yang tidak menindaklanjuti putusan. Hal itu sesuai dengan Pasal 464 UU Nomor 7 Tahun 2017.

"Yang harus dikaji hasil klarifikasi ini, kita tidak tahu apakah proses ini dihentikan atau dimajukan. Kalau dimajukan bisa jadi ke penyidikan ketika memenuhi unsur, karena ini dicabut maka kan dengan sendirinya bisa jadi gugur. Makanya nanti kami bahas apakah dihentikan atau tetap dimajukan," kata Puadi.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik mengaku telah mencabut laporan terhadap KPU DKI Jakarta yang dialamatkan ke Bawaslu DKI, Polda Metro Jaya, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

"Sekarang kan saya sudah cabut itunya (laporan). Tadi pagi saya sudah buat surat kuasa untuk mencabut, ketiganya (Bawaslu, DKPP, Polda)," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Laporan yang dilayangkan Mohamad Taufik itu dikarenakan KPU DKI Jakarta tidak menaati putusan Bawaslu DKI Jakarta untuk memasukkan namanya dalam daftar calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta.

Baca: Bukan M Taufik, Gerindra Munculkan Nama Keponakan Prabowo untuk Wagub DKI

Baca: Kursi Wakil Gubernur Masih Panas, Taufik Optimis Jadi Orang Nomor 2 di DKI Jakarta

Baca: Taufik Gerindra Heran Anies Baswedan Ogah Teken MoU Perubahan

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved