Breaking News:

Karni Ilyas Bengong Dengar Analisa Edy Rahmayadi Penyebab Suporter Berkelahi

Karni Ilyas sampai bengong mendengar analisa Edy Rahmayadi mengapa suporter sepakbola Indonesia berkelahi.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
youtube Indonesia Lawyers Club
Edy Rahmayadi di ILC 

Simak komentar lengkap Kapolrestabes Badung, Kombes Irman Sugema : 

Perintah FIFA

FIFA ternyata langsung menyoroti tewasnya Jakmania Haringga Sirila akibat dikeroyok oknum bobotoh ketika pertandingan liga Gojek antara Persija Vs Persib pada Minggu (23/9/2018). 

Hal itu diakui Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, saat berbicara dalam acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (25/9/2018) malam. 

Edy Rahmayadi yang diberi kesempatan menjelaskan memulai pembicaraan dengan mengucapkan belasungkawa untuk almarhum Haringga Sirila.

Edy Rahmayadi juga menegaskan bahwa dirinya sebagai ketua PSSI lah yang bersalah atas kasus tewasnya Haringga Sirila.

"Saat ini tak ada yang mau merasa salah, ya ketua umum PSSI yang salah, saya yang salah, walaupun di Metro TV ada tulisan ketua umum PSSI tak mau disalahkan katanya. Saya tak tahu itu, untung tidak dari TVOne. Kalau dari TVone sekarang saya protes, tapi TVOne tidak," kata Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi yang sempat viral di twitter akibat sikapnya saat diwawancara presenter KompasTV ini kemudian menjelaskan bahwa sebagai Ketua PSSI dia amat menjaga keharmonisan bangsa Indonesia dengan FIFA. 

"Kita sekarang begini, saudara-saudara saya. PSSI ini dibawah FIFA. Saya Ketua PSSI ini saya menjaga sekali keharmonisan bangsa Indonesia ini dengan FIFA. Makanya kalau bunyi disana-sini saya nahan aja gitu supaya tidak terjadi. Karena memang bukan hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia tunduk kepada FIFA," terang Edy Rahmayadi.

FIFA menaruh perhatian serius terhadap kasus itu, bahkan FIFA memerintahkan beberapa hal kepada Edy Rahmayadi agar segera dilaksanakan.  

"Contoh, kejadian kemarin FIFA langsung telepon. Apa yang terjadi? Lakukan, cepat ketahui itu tentang hukum, satu. yang kedua, bagaimana ke depan. itu perintahnya FIFA," jelas Edy Rahmayadi.

Berikutnya Edy Rahmayadi mengaku sudah menjalankan perintah FIFA dengan mengirim tim investigasi yang hasil kerjanya sudah dirapatkan pada Selasa (25/9/2018) sore.

Hasil investigasi itu menimbulkan perdebatan, tetapi Edy Rahmayadi mengambil keputusan dengan menghentikan sementara liga Indonesia sebagai bentuk belasungkawa serta memberi kesempatan untuk mengambil langkah perbaikan. 

"Ini sudah kami laporkan kepada FIFA. Karena inilah bentuk belasungkawa kita, kami atas terjadinya meninggal dunia. Yang kedua memberikan waktu konsolidasi PSSI dengan liga dan klub. Inilah konsolidasi. Kami yang memnfasilitasi ini semua. Baru kita melanjutkan dalam kongres, ada aturannya. Baru kita susun SOP pengamanan yang lebih baik. Yang keempat kita laporkan kepada AFC dan FIFA. Yang kelima kami koordinasikan kepada pemerintah," jelas Edy Rahmayadi

Terima Usulan Anies Baswedan

Dalam acara itu Edy Rahmayadi menyambut usulan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan sangat baik. 

Sebelumnya Anies Baswedan mengusulkan agar dibentuk sebuah tim di tingkat provinsi untuk menganalisa para suporter sepakbola dan mengantisipasi potensi kerusuhan akiba pertandingan Sepakbola. 

Edy Rahmayadi menganggap usulan itu sangat baik, dan memang belum pernah menjadi perhatian pemerintah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswaedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/9/2018). (WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI)
Edy Rahmayadi kemudia memohon kehadiran negara untuk mempertegas dan memperjelas terkait pembinaan suporter sepakbola di Indonesia. 

Sebab sampai saat ini pembinaan suporter sepakbola di Indonesia tak menjadi tupoksi dari PSSI. 

"Jobdesknya PSSI tidak ada sampai pembinaan ke suporter. PSSI hanya membina sampai ke atlit, penyiapan atlit," ujar Edy Rahmayadi

Makanya Edy Rahmayadi meminta kehadiran pemerintah untuk membina suporter

"Terus siapa yang membina suporter. Kehadiran pemerintah ini kalau dia bermain di pemprov, ya gubernurnya itu yang bertanggungjawab. seperti tadi pak anies sampaikan, bertanggungjawab membentuk apa bagaimana, silahkan. Kalau mainnya di Malang, karena ada satu pemprov 2 klub disitu, Persebaya dan Arema, yang bertanggungjawab bupati disitu. Kenapa begitu? orang Malang beda dengan Papua. Yang tahu sifat orang Malang ya bupati malangnya itu. Nah ini mari kita nanti. Itu belum pak, mohon pak menpora. Kan tak bisa juga saya ngomong hei Pak Anies, kan saya nggak punya juga wewenang tak ada jalur komando saya sama Pak Anies. Tapi kalau sumatera utara percayakan, saya akan lakukan itu, karena saya Gubernur Sumatera Utara," beber Edy Rahmayadi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved