Vandalisme Kereta MRT Terkait Kejadian di Underpass Mampang Diusut Kepolisian

Polres Metro Jaksel dan Polsek Jagakarsa telah memeriksa dua orang saksi yang merupakan petugas sekuriti.

Vandalisme Kereta MRT Terkait Kejadian di Underpass Mampang Diusut Kepolisian
Istimewa
Penampakan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan jadi korban aksi vandalisme, Jumat (21/9/2018). 

PIHAK Kepolisian masih mencari pekaku vandalisme yang mencorar-coret badan Kereta MRT Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Hingga kini, petugas gabungan dari unsur Polda Metro Jaya (PMJ), Polres Metro Jaksel dan Polsek Jagakarsa telah memeriksa dua orang saksi yang merupakan petugas sekuriti setempat yang dimintai keterangannya.

"Jadi sudah ada beberapa saksi kemarin sudah diperiksa, dimintai ketetangan. kaitannya adalah untuk mencari pelakunya. Sekarang akan kita lakukan untuk menyisir mencari CCTV," kata Kabid Humas PMJ, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/9).

Kendati telah memeriksa CCTV, namun visualisasi yang ditampilkan tak cukup mampu menggambarkan sosok para pelaku vandalisme.

"Kemarin sudah ada dua CCTV yang sudah kita temukan, kita lihat belum terlihat di sana. Tidak bisa dibaca," jelasnya.

Argo menambahkan akan mendalami dugaan bahwa perbuatan vandalisme di Kereta MRT Jakarta terkait dengan kasus corat-coret di Underpass Mampang beberapa bulan lalu.

"Ya nanti kita cek ada hubungannya apa tidak ya," ungkapnya.

Ia mengharapkan agar perbutatan vandalisme yang kerap dilakukan di fasilitas umum bisa ditangani tak hanya oleh polisi, namun juga pemerintah terkait agar para pelaku mendapatkan media guna menuangkan idenya dalam bentuk gambar.

"Tentunya semuanya ikut serta, bagaimana itu bisa menyalurkan ada anak-anak maupun yang dia itu pandai, atau mempunyai hobi dan sebagainya bisa disalurkan. Jadi tidak sembarang tempat dilakukan corat-coretan, karena corat-coretan kemarin kan tertata ya, bagus itu. Ya kita harusnya salurkan, jadi kita perlu kebersamaan, kolaborasi untuk menyalurkan itu, sehingga tidak diulang kembali," kata Argo.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved