Polri Diharap Maksimalkan Fungsi Babinkamtibmas Saat Kampanye Pemilu

"Jangan sampai Babinkantibmas justru condong ke salah satu kubu. Sosialisasikan pesan damai dalam berbagai kesempatan,

Polri Diharap Maksimalkan Fungsi Babinkamtibmas Saat Kampanye Pemilu
Tribun Jateng
ilustrasi Babinkamtibmas 

Memasuki masa kampanye Pemilu 2019, Polri diminta  memaksimalkan peran personel Babinkantibmas dan fungsi intelijen guna mengantisipasi munculnya gesekan di masyarakat hingga selesainya pelaksanaan Pemilu 2019.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Polri harus melakukan pemetaan daerah rawan gesekan politik.

“Pemetaan harus sudah selesai dilakukan karena kampanye telah dimulai. Polri harus mengantisipasi terjadinya gesekan di masyarakat karena perbedaan dukungan calon presiden ataupun calon legislatif (Caleg),” kata Sahroni, Selasa, (25/9/2018) dalam keterangan persnya.

Menurutnya, Babinkantibmas dan fungsi intelijen di tubuh Polri memiliki peran penting dalam pengamanan Pemilu.  Babinkantibmas, kata dia, bersentuhan langsung dengan masyarakat, "Diharapkan Babinkamtibmas dapat mengingatkan pentingnya persatuan dan menjadi penengah saat potensi konflik muncul. Sementara dimaksimalkannya fungsi intelijen diharapkan dapat mencegah konflik atau bentrokan sebelum terjadi," ujarnya.

Sahroni menturkan, Babinkantibmas harus terus mensosialisasikan pentingnya persatuan meski berbeda pendapat.

"Jangan sampai Babinkantibmas justru condong ke salah satu kubu. Sosialisasikan pesan damai dalam berbagai kesempatan, di pertemuan warga, saat ibadah sholat Subuh ataupun momentum lainnya,” pesan Sahroni.

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, lanjutnya, ia berharap Babinkantibmas mampu tetap menyadarkan masyarakat akan bahaya perpecahan.
"Dengan cara ini 'api' akan dipadamkan sebelum membesar,” lanjutnya.

Senada dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo, Sahroni menekankan instansi-instansi berwenang untuk mencermati maraknya hoaks di media sosial (medsos) jelang Pemilu 2019. Merujuk temuan Polri, jumlah rata-rata hoaks dalam sehari mencapai 3.500 dan diprediksi bakal meningkat seiring makin dekatnya pemilu legislatif dan pemilihan presiden secara serentak pada April tahun depan.

“Direktorat Siber harus memaksimalkan fungsi pengawasan dan penindakan. Pengawasan dapat dilakukan melalui kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),” terang politisi NasDem ini.

Sebelumnya Bamsoet panggilan akrab Ketua DPR meminta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Reserse menindak tegas pelaku yang terbukti menyebarkan hoaks di media online, media cetak, maupun medsos sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Bamsoet juga mengingatkan pentingnya mengedukasi masyarakat tentang cara mengolah informasi yang masuk. Bamsoet mendorong Kemenkominfo dan Bawaslu menyosialisasikan cara mengolah informasi dari satu sumber agar tidak begitu saja mempercayainya tanpa pengecekan atau konfirmasi.

Sementara itu, terkait pengamanan Pemilu 2019, Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa Putra menuturkan pihanya telah memetakan sebanyak 3.958 TPS (Tempat Pemungutan Suara) masuk dalam kategori rawan satu di wilayah Banten pada Pemilu 2019 nanti. Di samping itu, Polda Banten tukas Teddy juga memetakan sebanyak 1.022 TPS di 8 kabupaten/kota se Banten yang masuk kategori rawan dua.

Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan di titik-titik rawan tersebut, Teddy memastikan Polda Banten mengerahkan 2/3 personel untuk pengamanan atau sebanyak 4.706 anggota Polda Banten.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved