Breaking News:

Lalu Lintas Jalan Negara di Kota Bekasi Semrawut

Kemacetan itu terjadi buka hanya jam sibuk seperti pagi dan petang hari, namun sepanjang hari termasuk siang dan malam hari.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sejumlah kendaraan besar bermuatan barang melintasi jalan arteri di Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Selasa (25/9) untuk menghindari kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Dampaknya, arus lalu lintas di jalan arteri terjadi kemacetan panjang. 

Ardiansyah mengaku tidak mengetahui penyebab tingginya jumlah kendaraan berat yang melintasi ruas jalan arteri.

Dia berharap agar pemerintah mengatur regulasi soal jadwal lintasan truk pada pagi dan siang hari.

Sejumlah kendaraan besar bermuatan barang melintasi jalan arteri di Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Selasa (25/9) untuk menghindari kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Dampaknya, arus lalu lintas di jalan arteri terjadi kemacetan panjang.
Sejumlah kendaraan besar bermuatan barang melintasi jalan arteri di Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Selasa (25/9) untuk menghindari kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Dampaknya, arus lalu lintas di jalan arteri terjadi kemacetan panjang. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

"Sebagai pengendara saya berharap agar truk besar hanya diperbolehkan melintas pada malam hari saja," ujarnya yang mengaku terlambat 15 menit menuju kantornya di Tambun Selatan ini.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan tingginya volume kendaraan berat di ruas jalan negara di wilayah setempat.

Pasalnya, jalan tersebut berstatus milik negara, sehingga dikhawatirkan mereka telah mengantongi izin lintas dari kementerian terkait.

Meski demikian, Johan berjanji bakal berkoordinasi dengan kementerian ihwal pengaturan jam lintas kendaraan berat.

Dia tidak menampik, tingginya volume kendaraan berat di jalan arteri akibat adanya tiga mega proyek di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Ketiga mega proyek itu adalah pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di sisi selatan tol, pembangunan Jakarta-Cikampek Elevated II di median jalan dan pembangunan kereta api ringan (LRT) di sis utara tol.

"Imbas dari adanya pembangunan di tol, pengemudi truk kemudian beralih ke jalan arteri untuk menghindari macet. Nanti di Gerbang Tol Bekasi Timur, dia masuk lagi ke tol menuju arah timur atau Karawang/Kabupaten Bekasi," kata Johan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Erwin Guwinda menambahkan, kemacetan juga terjadi di ruas jalan kolektor terutama yang berdekatan dengan proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved