Perampokan

Hampir Setahun Buron, Rampok Berpistol Diringkus di Rumah Kontrakan di Bogor

"Tim langsung melakukan penangkapan. Saat ini, tim sedang melakukan pengejaran untuk meringkus tersangka lainnya."

Hampir Setahun Buron, Rampok Berpistol Diringkus di Rumah Kontrakan di Bogor
Istimewa
Barang bukti ponsel, pistol, dan golok, yang disita petugas atas penangkapan pelaku perampokan di rumah kontrakannya,di Kampung Lawang Gintung, Kelurahan Mulya Harja, Bogor, Selasa (25/9/2018) dini hari. 

WARTA KOTA, TIGARAKSA --- Pelaku perampokan, SRY (35) yang sudah buron selama setahun, akhirnya dibekuk Polresta Tangerang, Selasa (25/9/2018).

Penangkapan tersebut terjadi diringkus di rumah kontrakannya, Kampung Lawang Gintung, Kelurahan Mulya Harja, Bogor.

Tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan di toko elektronik dan furniture 'Setia' di Kampung Pasilian, Desa Pasilian, Kronjo, Tangerang, pada  29 Nopember 2017 silam.

Baca: Kejanggalan Penangkapan Delapan Orang Dituduh Preman oleh Polisi di Kawasan Ruko Taman Palem

Kapolresta Tangerang, Kombes Sabilul Alif menjelaskan, usai melancarkan aksinya, tersangka diketahui selalu berpindah-pindah tempat.

Setelah hampir satu tahun dalam pelarian, kata Sabilul Alif, tim Reskrim memastikan keberadaan pelaku di wilayah Bogor.

"Tim langsung melakukan penangkapan. Saat ini, tim sedang melakukan pengejaran untuk meringkus tersangka lainnya," kata Kapolres.

Kapolres Sabilul Alif menambahkan, masih ada tiga tersangka lain yang identitasnya sudah diketahui dan masih dalam pengejaran.

Baca: Viral Penangkapan Preman Berkedok Sekuriti Suka Palakin Pemilik Ruko Puluhan Juta di Cengkareng

Sabilul memastikan, tim Reskrim akan terus memburu tersangka lain karena keberadaannya sudah terendus.

Dia mengatakan, dari tangan tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang disita antara lain 1 unit televisi 32 inci, 1 pucuk senjata api jenis airsoft gun berikut 6 butir amunisi, sebilah senjata tajam, 1 buah telepon genggam, dan 1 unit setrika.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," ucap Sabilul.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved