Ayatollah Ali Khamenei: Arab Saudi dan UEA Biayai Serangan Parade Militer Iran

PEMIMPIN tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan, penyerang parade militer di kota Ahvaz dibiayai Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Ayatollah Ali Khamenei: Arab Saudi dan UEA Biayai Serangan Parade Militer Iran
AFP/Getty Images/cnn.com
AYATOLLAH Ali Khamenei 

PEMIMPIN tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Senin (24/9/2018), menyatakan, penyerang parade militer di kota Ahvaz dibiayai Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Berdasarkan sejumlah laporan, aksi pengecut ini adalah pekerjaan mereka yang diselamatkan Amerika lalu didanai Arab Saudi dan Uni Emirat Arab," ujar Khamenei lewat situs resminya.

Sementara itu, Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi mengatakan, aparatnya sudah menangkap sejumlah tersangka terkait serangan di Ahvaz.

Hal ini disampaikan Alavi saat menghadiri upacara pemakaman para korban tewas akibat serangan maut tersebut.

Di antara 29 orang yang tewas, ABC News memberitakan, 12 di antaranya merupakan anggota Garda Revolusi. Serangan itu juga mengakibatkan 70 orang lainnya terluka.

FOTO yang dirilis 22 September 2018 memperlihatkan kerumunan orang di Ahvaz, Iran, berusaha berdiri setelah diserang sekelompok bersenjata tatkala perhelatan parade militer. Serangan itu menewaskan 29 orang.
FOTO yang dirilis 22 September 2018 memperlihatkan kerumunan orang di Ahvaz, Iran, berusaha berdiri setelah diserang sekelompok bersenjata tatkala perhelatan parade militer. Serangan itu menewaskan 29 orang. (AFP/ISNA/Morteza Jaberian)

Sebelumnya, kantor berita Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS), Amaq, merilis video yang menunjukkan tiga pria yang diklaim sebagai penyerang parade militer Iran. Melansir Al Arabiya pada Senin (24/9/2018), dua pria dalam video tersebut terdengar berbicara dalam bahasa Arab, sementara pria ketiga berbicara menggunakan bahasa Persia.

Amaq melaporkan, video tersebut diperoleh dan dirilis pada Minggu (23/9/2018), sehari setelah parade militer di kota Ahvaz diserang empat orang yang juga melukai 70 orang lainnya.

CNN mewartakan, dalam video itu terlihat tiga pria tersebut mengenakan seragam militer. Mereka berbicara di depan kamera di dalam sebuah kendaraan. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang secara langsung menyebutkan serangan di Ahvaz, atau mereka bertindak atas nama ISIS.

Seperti diketahui, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun belum menyodorkan bukti untuk mendukung pengakuan itu.

Ketiga pria berbicara tentang ucapan selamat tinggal, bersyukur kepada Tuhan, dan meminta siapa saja yang menonton video itu untuk berdoa bagi mereka.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved