Sandiaga Uno Dapat Tagline Dari Emak-emak Semarang

Tak disangka, pernyataan Sandiaga Uno tersebut lalu ditanggapi oleh para emak-enak yang hadir di lokasi kegiatan.

Sandiaga Uno Dapat Tagline Dari Emak-emak Semarang
Tim Pemenangan Prabowo-Sandi
Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang diusung partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN, Sandiaga Uno mendapatkan usulan tagline baru dari sejumlah emak-emak saat berkunjung di Desa Wisata Kandri, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah pada Senin (24/9/2018). 

CALON Wakil Presiden (Cawapres) yang diusung partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN, Sandiaga Uno mendapatkan usulan tagline baru dari sejumlah emak-emak saat berkunjung di Desa Wisata Kandri, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah pada Senin (24/9/2018).

Tagline kampanye yang baginya unik itu diciptakan secara spontan. Awalnya, Sandi berusaha membuka dialog bersama masyarakat itu dengan mengucapkan tagline 'Salam 2 Jari'. Tagline ini sendiri disuarakan dalam rangka memilih pasangan calon Presiden dan Cawapres nomor 2 di Pemilu 2019.

Tak disangka, pernyataan Sandi tersebut lalu ditanggapi oleh para emak-enak yang hadir di lokasi kegiatan.

"Salam 2 jari," teriak Sandiaga.

"Sukses ya, Say," jawab para emak-emak.

Tagline baru ini, menurut Sandi, merupakan bentuk doa dari masyarakat dan membawa harapan untuk Indonesia yang lebih baik, adil dan makmur. Selain berkampanye, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga menyerap aspirasi masyarakat khususnya pelaku ekonomi kreatif, pengusaha muda, dan pegiat industri berbasis kearifan lokal di Ibukota Jawa Tengah tersebut.

Di dalam forum bersama pengusaha muda dan pelaku kreatif itu, Sandiaga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis budaya untuk kemajuan Indonesia.

"Saya yakin dengan Pemerintah kuat di bawah Prabowo-Sandiaga, anak muda yang punya kreativitas akan muncul. Thailand maju karena Pemerintah hadir," pungkasnya.

Mantan Ketua HIPMI ini menjelaskan negara Thailand memiliki program kerja berbasis kewirausahaan dalam menumbuhkan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian yaitu OTOP (One Tambon One Product). Program kerja ini mendukung wirausaha dan pegiat industri berbasis kearifan lokal dalam memasarkan produksinya di 7.255 Tambon (subdistrik). OTOP sendiri terinspirasi dari program yang hampir serupa dari Jepang yaitu OVOP (One Village One Product)

Terinspirasi dari OTOP Thailand dan OVOP dari Jepang, Sandi berharap OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) dapat diterapkan secara nasional untuk mendukung pengusaha lokal dalam bentuk pelatihan, pemasaran, hingga akses permodalan. Ia meyakini pertumbuhan pengusaha akan mampu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved