Pengendara Mengeluhkan Kemacetan Akibat Pembangunan Flyover di Jalan Raya Narogong Kota Bekasi

Pengendara Mengeluhkan Kemacetan Akibat Pembangunan Flyover di Jalan Raya Narogong Kota Bekasi

Pengendara Mengeluhkan Kemacetan Akibat Pembangunan Flyover di Jalan Raya Narogong Kota Bekasi
Warta Kota/Muhamad Azzam
Suasana kemacetan yang terjadi persimpangan Rawa Panjang dan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI----Pengendara mengelus dada menghadapi kemacetan yang rutin terjadi ketika melewati persimpangan Rawa Panjang dan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi.

Pembangunan berdampak kemacetan di dua lokasi itu hingga ratusan meter, bahkan semakin parah dan padat ketika jam berangkat kerja dan pulang kerja.

Banyaknya truk yang melintas juga membuat pengendara yang melintas kewalahan.

Pantauan Warta Kota di Jalan Raya Narogong atau persimpangan Cipendawa terjadi penyempitan sepanjang 50 meter yang mengarah ke Bekasi maupun Bantargebang.

Baca: Dishub Bekasi Pertebal Penjagaan di Titik Persimpangan Pembangunan Dua Flyover

Baca: Pengendara Ngeluh Pembangunan Flyover Rawapanjang dan Cipendawa Kurang Sosialisasi

Baca: Flyover Akses Marunda Terbelah, Kemacetan Terjadi

Jalan yang awalnya setiap arah memiliki lebar 10 meter dengan dua lajur, kini berubah menjadi empat meter sehingga hanya terdapat satu lajur setiap arah.

Kemacetan juga terjadi di lampu merah Rawapanjang Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, jalan menjadi sisa dua lajur.

Adu klakson seringkali terdengar dilokasi perempatan Rawa Panjang karena tidak ingin trafic light kembali menyala merah.

Adi (35), pengendara yang juga warga Rawalumbu Kota Bekasi, mengatakan, ia rutin menikmati kemacetan dipersimpangan itu karena jalur ia bekerja.

"Ya rutin harus macet-macetan tiap pagi sama pulang kerja. Mau lewat mana lagi, ini jalur kerja saya di dekat Stasiun Bekasi," kata Adi kepada Wartakota, Senin (24/9/2018).

Adi yang sehari-hari menggunakan sepeda motor mengaku mengelus dada dan mengela napas saat terjembak macet di persimpangan itu.

"Pasrah saja lah. Mau diapain lagi, pembangunan pasti ada efek macetnya," katanya.

Suasana kemacetan yang terjadi persimpangan Rawa Panjang dan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi.
Suasana kemacetan yang terjadi persimpangan Rawa Panjang dan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. (Warta Kota/Muhamad Azzam)

Nia (25), pengendara lainnya, mengaku kewalahan saat melintas kperempatan Rawa Panjang dan Cipendawa.

"Haduh macet terus, bukan jam sibuk saja suka macet menyita waktu 15-20 menit buat lolos di lokasi macet itu. Apalagi jam sibuk, bisa 30 menit. Pusing, ditambah banyak truk lagi," katanya.

Nia berharap agar pembangunan itu cepat rampung dan pengerjaan kontruksi dapat dilakukan pada malam hari.

"Kalau bisa pembangunan jangan jam sibuk atau siang-siang. Bikin banyak debu, ya cepat selesai aja deh," katanya.

Suasana kemacetan yang terjadi persimpangan Rawa Panjang dan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi.
Suasana kemacetan yang terjadi persimpangan Rawa Panjang dan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. (Warta Kota/Muhamad Azzam)
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved