Breaking News:

Wagub Banten: Bandara Soekarno Hatta Jadi Titik Keluar Masuk Perdagangan Manusia

Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang menjadi titik di mana para pelaku perdagangan manusia untuk masuk dan keluar negeri.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
WAKIL Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise di sela-sela acara Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan orang (TPPO) Tahun 2018 di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (23/9/2018). 

WAKIL Gubernur Banten Andika Hazrumy menyampaikan, dari tahun ke tahun angka kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin menurun.

Hal ini disampakan dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2018 oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (23/9/2018).

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa Putra, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Budi Hariswanto, Sekda Provinsi Banten Ino S. Rawita, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana Sitti Ma'ani Nina.

Wagub menyampaikan, di Provinsi Banten pada tahun 2014 angka pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terdapat 14 kasus. Pada tahun 2017 terdapat 1 kasus, dan pada tahun 2018 hingga bulan September tidak ditemukan pengaduan maupun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Provinsi Banten memiliki peran penting dalam mata rantai perdagangan manusia. Peran penting tersebut ialah sebagai tempat teransit bagi perdagangan orang itu sendiri," ujar Andhika, Minggu (23/9/2018).

Ia menjelaskan Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang menjadi titik di mana para pelaku perdagangan manusia untuk masuk dan keluar negeri.

"Dengan peran penting dalam mata rantai perdagangan manusia tersebut Pemerintah Provinsi Banten dengan tanggap membentuk satuan tugas guna menjaga titik-titik rawan perdagangan manusia seperti Bandara Soetta," ucapnya.

Selain itu Provinsi Banten melalui Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2014 tentang Perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise, mengajak seluruh masyarakat Banten untuk bersama-sama menurunkan tidak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dalam kunjungan ke beberapa Negarn tujuan Tenaga Kerja Wanita (TKW) seperti, Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menemukan bahwa banyak perempuan-perempuan korban perdagangan orang berasal dari Provinsi Banten.

Dirinya berharap dengan memberikan hak-hak yang semestinya dan memberdayakan perempuan dengan optimal akan lebih banyak perempuan yang memilih untuk bekerja di dalam negeri.

“Selamatkan perempuan Banten, maka akan selamat Banten ke depannya,” kata Yohana. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved