Pengembang Ancam Putuskan Listrik Puluhan Rumah Warga Lainnya

Pihak pengembang juga ternyata mengancam akan melakukan hal serupa ke puluhan rumah warga lainnya di Aruba Residence.

Pengembang Ancam Putuskan Listrik Puluhan Rumah Warga Lainnya
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Puluhan warga Aruba Residence menggelar aksi damai di sekitar perumahan mereka dengan membakar lilin dan membentangkan spanduk. Sebagian besar warga yang menggelar aksi adalah remaja dan perempuan. Aksi dilakukan karena pengembang menyabotase aliran listrik ke rumah warga sejak sepuluh hari lalu.

SETELAH mensabotase dengan memutuskan aliran listrik ke-7 rumah warga di Aruba Residence di Jalan Pemuda, RW 8, Kelurahan Depok, Pancoran Mas sejak 12 September lalu sampai kini, pihak pengembang juga ternyata mengancam akan melakukan hal serupa ke puluhan rumah warga lainnya di Aruba Residence.

Ancaman dilayangkan pengembang ke rumah warga lainnya yang tidak mau membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan sebesar antara Rp 400 ribu sampai Rp 1 Juta per rumah perbulannya.

Adanya ancaman pengembang itu diungkapkan Adrison, juru bicara warga Aruba Residence kepada Warta Kota, Minggu (23/9/2018).

"Saya salah satu penghuni yang diancam akan diputus juga aliran listriknya. Jadi hampir semua warga penghuni di Aruba ini yang diancam aliran listriknya diputus seperti 7 rumah warga, jika tidak patuh dan menuruti pengembang membayar IPL seperti kemauan mereka," kata Adrison.

Adrison menjelaskan di Aruba Residence terdapat sekitar 104 unit rumah. Yang terbangun dan sudah ditempati sejak 2010 sampai kini ada 84 unit rumah.

"Jadi pemutusan listrik ke 7 rumah warga di Aruba ini, semacam shock terapi mereka ke warga lainnya," kata Adrison.

Puluhan warga Aruba Residence menggelar aksi damai di sekitar perumahan mereka dengan membakar lilin dan membentangkan spanduk. Sebagian besar warga yang menggelar aksi adalah remaja dan perempuan. Aksi dilakukan karena pengembang menyabotase aliran listrik ke rumah warga sejak sepuluh hari lalu.
Puluhan warga Aruba Residence menggelar aksi damai di sekitar perumahan mereka dengan membakar lilin dan membentangkan spanduk. Sebagian besar warga yang menggelar aksi adalah remaja dan perempuan. Aksi dilakukan karena pengembang menyabotase aliran listrik ke rumah warga sejak sepuluh hari lalu. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Padahal kata Adrison dalam kasus ini pengembang sudah cukup banyak menyalahi aturan dan wan prestasi dalam mengelola prasarana, sarana dan utilitas perumahan. "Bahkan ada beberapa item yang semestinya tanggung jawab pengembang, seperti pajak jalan umum dan sebagainya, yang justru dibebankan ke warga," kata Adrison.

Karenanya kata dia, satu persatu warga Aruba Residence sejak 2017 lalu menolak ketetapan pengembang atas iuran IPL.

Atas ancaman ini kata dia, membuat warga khawatir. "Terutama yang memiliki anak sedang sekolah. Karena pastinya akan kesulitan belajar malam hari, jika listrik diputus," katanya.

Pemutusan aliran listrik secara sepihak oleh pengembang terhadap 7 rumah warga di Aruba Residence sejak 13 September lalu, katanya saat ini sudsh membuat anak-anak di 7 rumah itu menjadi korban.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved