Berkas Kasus Korupsi Nur Mahmudi Diteliti Kejari Depok

Sehingga kata dia saat ini berkas di tangan kejaksaan untuk diteliti apakah sudah lengkap atau P-21 atau belum.

Berkas Kasus Korupsi Nur Mahmudi Diteliti Kejari Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, benar-benar memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pelebaran Jaka Nangka, Tapos, Kamis (13/9/2018). 

KEPOLISIAN Resort Kota Depok telah melakukan pelimpahan tahap pertama berkas kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan pelimpahan berkas tahap pertama dengan tersangka korupsi mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto, ke Kejari Depok, dilakukan Jumat (21/9/2018) lalu.

Sehingga kata dia saat ini berkas di tangan kejaksaan untuk diteliti apakah sudah lengkap atau P-21 atau belum.

"Sudah dilimpahkan berkasnya, Jumat lalu. Kini tinggal tunggu kejaksaan menelitinya apakah sudah lengkap atau ada yang kurang," kata Bintoro, Minggu (23/9/2018).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasiepidsus) Kejari Depok, Daniel de Rozari, membenarkan pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas tersebut Jumat lalu.

"Berkas kasus dugaan korupsi Jalan Nangka, Tapos, dengan tersangka mantan Wali Kota Depok NMI dan mantan Sekda setempat HP sudah dilimpahkan ke kami Jumat kemarin. Saat ini berkas masih kami teliti," katanya.

Penyerahan pelimpahan berkas tahap pertama itu katanya dilakukan tim Tipikor Polres Depok kepada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok.

Sesuai alur katanya berkas perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) ditangani tim Pidsus Kejari Depok. "Tim tengah mempelajari berkas tersebut untuk melihat kelengkapan berkas dan proses selanjutnya," kata Daniel

Menurutnya pihaknya memiliki waktu 14 hari untuk meneliti dan mempelajari berkas.

Seperti diketahui Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok menetapkan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, sejak 20 Agustus 2018 lalu.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved