Seleksi CPNS 2018

Gaji Staf Fungsional Bisa Mencapai Rp 29 Juta per Bulan

Ia menyebutkan, terdapat empat jenjang karier staf fungsional, mulai dari ahli pertama, ahli muda, ahli madya, hingga ahli utama.

Gaji Staf Fungsional Bisa Mencapai Rp 29 Juta per Bulan
Warta Kota/Adhy Kelana
Polres Jakarta Selatan dipenuhi oleh masyarakat yang akan membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk salah satu syarat mengikuti pendaftaran CPNS, Rabu (19/9/2018). 

ISTILAH pejabat atau staf fungsional mungkin masih awam di telinga masyarakat. Namun siapa sangka, besaran tunjangan yang didapatkan staf fungsional dapat mencapai Rp 25 juta per bulan.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati selaku Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta.

Ia menyebutkan, terdapat empat jenjang karier staf fungsional, mulai dari ahli pertama, ahli muda, ahli madya, hingga ahli utama.

Baca: Tak Seperti Penerimaan CPNS 2018, Lowongan Staf Fungsional Digelar Tertutup

Sehingga, lanjutnya, besaran tunjangan disesuaikan dengan tingkatan staf fungsional, begitu pula dengan fasilitas yang diberikan.

"Jadi dilihat tingkatannya, kalau utama memang dapat fasilitas khusus seperti pejabat struktural," ungkapnya saat dihubungi, Jumat (21/9/2018).

Dikutip dari laman http://jabatanfungsional.com, besaran jabatan fungsional dapat mencapai Rp 29 juta per bulan. Tunjangan kinerja badan kepegawaian Negara yang terendah sebesar Rp 1,9 juta untuk kelas jabatan 1, hingga Rp 29 juta untuk kelas jabatan 17.

Baca: Nur Mahmudi Ismail Pulang dari Kantor Polisi dengan Wajah Kelelahan dan Berjalan Agak Pincang

Selain besaran tunjangan, dikutip dari paparan presentasi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta, terdapat sejumlah keuntungan staf fungsional dibanding staf struktural.

Keuntungan tersebut dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya mengenai staf fungsional dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil Negara.

Keuntungan pertama adalah batas usia pensiun, yakni usia 62 tahun bagi staf fungsional. Sedangkan batas usia pensiun staf struktural dibagi berdasarkan golongan, antara lain eselon tiga ke bawah hingga usia 58 tahun, serta eselon 1 dan 2 hingga usia 60 tahun.

Baca: Pemkot Tangsel Janji Bayar Biaya Pemakaman Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Pakai APBD 2019

Keuntungan selanjutnya adalah soal kepangkatan, yakni hanya dua tahun sekali bagi staf fungsional, sedangkan staf struktural berlangsung selama empat tahun sekali. Jenjang kepangkatan pun dapat melebihi atasan bagi staf fungsional, berbeda dengan staf struktural.

Selain itu, pengusulan pengangkatan jabatan bisa dilakukan dengan cara mengajukan diri atau dipilih oleh atasan, berbanding terbalik dengan staf struktural yang hanya dapat naik jabatan dari penunjukan atasan.

Namun, berbanding terbalik dengan penerimaan CPNS yang dibuka mulai 26 September hingga 10 Oktober 2018, penerimaan staf fungsional justru dilakukan tertutup. Sri Haryati menyebutkan, perekrutan staf fungsional disesuaikan kebutuhan setiap Satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.

Baca: Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Kena PHP Oknum Pemkot Tangsel

Waktu perekrutannya pun diajukan oleh SKPD, setelah disetujui oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta. Sehingga, menurutnya sangat beralasan jika perekrutan staf fungsional minim informasi.

"Karena memang pengajuannya di internal (SKPD), jadi yang tahu ya SKPD itu sendiri. Walaupun ada ketentuan kalau PNS lain bisa daftar (diri), asalkan memenuhi persyaratan posisi staf fungsional," paparnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved