Bangunan Liar

Banyak Bangunan Berdiri di Atas Saluran Air Bikin Pusing Sudin SDA Jakarta Barat

"Upaya untuk penormalisasian seringkali gagal akibat ada bangunan milik warga. Baik warung atau rumah tinggal."

Banyak Bangunan Berdiri di Atas Saluran Air  Bikin Pusing Sudin SDA Jakarta Barat
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kios tempat usaha di lokasi sementara Jalan Utama II Cengkareng Jakarta Barat akan dihapus. Pembongkaran dilakukan lantaran 24 kios tempat usaha ini berdiri di atas saluran air. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pengerjaan normalisasi kali serta saluran air di lingkungan masyarakat di beberapa titik di Jakarta Barat kerap mengalami kendala.

Hambatan itu yang  membuat pusing  Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Barat. Misalnya, banyak bangunan warga yang berdiri di atas saluran air tersebut.

"Upaya untuk penormalisasian seringkali gagal akibat ada bangunan milik warga. Baik warung atau rumah tinggal. Maka, hal ini menghambat kami yang ingin melakukan penormalisasian di lokasi," kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Imron Syahrin, Jumat (21/9/2018).

"Bahkan warga itu pun enggan bongkar bangunannya, padahal menyalahi aturan," ucapnya lagi.

Baca: Penanganan Saluran Air di Jalan Raya Cacing akan Libatkan Warga

Kondisi seperti itu bisa berdampak menjadi ancaman banjir di lingkungan sekitar.

Banyak bangunan berdiri di atas saluran air di sejumlah titik membuat pihaknya tak dapat berbuat banyak.

"Seperti Kalideres, Kebon Sayur, Kemanggisan, Palmerah. Di lokasi, itu ada puluhan bangunan tutupi saluran air, paling banyak ditemui," ucapnya.

"Serta masalah ini sudah dibicarakan di Musrembang ya. Sudin SDA, lurah, hingga pihak kecamatan langsung sosialisasikan hal itu. Rencana serta master plan juga telah dibuat," ujarnya.

Baca: Berdiri di Bantaran Kali Kresek, 25 Bangunan Liar Ditertibkan Petugas

Namun, penormalisasian saluran dan kali juga urung dilakukan lantaran banyak bangunan milik warga.

Sudin SDN tidak bisa merusak bangunan milik warga, lantaran warga enggan bangunan miliknya dibongkar paksa.

"Kemudian warga mengirimkan surat dan warga intinya menolak keras bangunannya dibongkar petugas. ini jadi acuan kami saat rapat dengan DPRD maupun saat Musrembang nanti," ujar Imron.

Penulis:
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved