Breaking News:

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Cium Ketidakberesan dalam Penyaluran Kredit Usaha Rakyat

Ketua APKLI, Ali Mahsun menemukan fakta di lapangan, penyaluran KUR tidak membawa dampak signifikan terhadap perekonomian rakyat kecil.

Penulis: | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Hamdi Putra
Kiri ke kanan: Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM M Hasyim, Pengamat Ekonomi Taufiqurrokhman, Ketua APKLI Ali Mahsun dan moderator Deny Wahab, saat acara diskusi tentang efektivitas penyaluran KUR kepada PKL, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). 

KETUA Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun menemukan fakta di lapangan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak membawa dampak signifikan terhadap perekonomian rakyat kecil.

Dalam kurun waktu sejak kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga pemerintahan Joko Widodo saat ini, pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp 400 Trilliun Kredit Usaha Rakyat.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, M Hasyim, pada periode awal Januari hingga akhir Agustus 2018 pemerintah telah berhasil menyalurkan Rp 87,5 Trilliun kepada 3,3 juta debitur.

"Kalau kita lihat angka yang disampaikan Pak Hasyim tadi, tiga tahun terakhir ini perekonomian rakyat kecil bukannya maju tapi malah semakin melambat, konsep anjlok bahkan banyak yang gulung tikar. Angka yang disampaikan itu untuk rakyat atau untuk siapa? Kalau tidak bisa dinikmati rakyat kecil mending hentikan saja penyaluran KUR," ujar Ali Mahsun dalam acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

Ali Mahsun menilai kebijakan Kredit Usaha Rakyat mengandung semi kebohongan publik.

Alasannya, Peraturan Presiden dan Peraturan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai payung hukumnya tidak jelas dan tegas, terutama tentang istilah Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Menurutnya dalam Peraturan Presiden tidak terdapat aturan tentang KUR tanpa agunan, yang mengatur hanyalah Peraturan Menteri Koperasi dan UKM.

Ali Mahsun berpendapat bahwa pemerintah telah mempermainkan rakyat melalui angin segar kemudahan dan istilah Kredit Tanpa Agunan.

"Pasar tradisional, kawasan wisata, perikanan, pertanian, rakyat kita hanya sebagai jongos. Lantas KUR ini untuk siapa? Untuk rakyat atau bandar yang kongkalikong dengan oknum penguasa yang membunuh ekonomi rakyat kecil," tutur Ali Mahsun.

Ia mengaku sudah lama mencium adanya ketidakberesan dalam penyaluran KUR.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved