Media Sosial

Tausiah di Mabes TNI, Ustaz Abdul Somad Berpantun Utang Luar Negeri Dibawa Mati

Kolom komentar postingan pun dibanjiri rasa salut. Bukan mengenai pernyataan Ustaz Abdul Somad terkait utang luar negeri yang dibawa mati.

Tausiah di Mabes TNI, Ustaz Abdul Somad Berpantun Utang Luar Negeri Dibawa Mati
Instagram
USTAZ Abdul Somad 

USTAZ Abdul Somad menyisipkan sebuah pantun dalam tausiahnya di Markas Besar (Mabes) TNI Cipayung, Jakarta Timur, 9 Juni 2018.

Pantun itu menyebut tentang utang yang akan dibawa mati oleh seorang muslim. Pernyataannya yang diunggah lewat Channel Youtube Tafaqquh Video itu dimulai tentang pembahasan hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang-orang yang telah meninggal dunia.

Berdasarkan riwayat HR Al Bukhari dalam kitab al Adab, Bab al Mar'u Ma'a Man Ahab nomor 6171, disebutkan seseorang akan tetap bersama dengan orang yang dia cintai, walaupun telah meninggal dunia.

"Al Mar'u Ma'a Man Ahab, orang akan tetap bersama dengan siapa yang dia cintai, walaupun dia sudah meninggal dunia. Hati kita masih tetap bersama dengan Panglima besar Jenderal Sudirman, hati kita tetap bersama dengan Presiden Soekarno, hati kita tetap bersama dengan para penegak bangsa. Kenapa? karena jasa-jasa mereka itulah yang dikenang," tutur Ustaz Abdul Somad.

Hadis tersebut dianalogikan lewat sebuah pantun ciptaannya. 'Pisang emas bawa berlayar, emas tak sebiji di dalam peti. Utang emas dapat dibayar, utang luar negeri dibawa mati'.

"Eh salah, utang budi dibawa mati," jelas Ustadz Abdul Somad.

Baca: Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Harga Tiket LRT Rp 10.800

"Kalau kita sudah berutang budi kepada orang, kita pasti akan bawa mati. Makanya jangan sampai kita berutang budi. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya sudah berutang budi, kenapa? Akan dikawal enam voorijder menuju IPB," paparnya, menyinggung Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono.

Oleh karena itu, Allah mengajarkan pada seluruh umat untuk berbuat baik kepada sesama. Selain itu, balas lah budi baik seseorang atau doakan bila tidak mampu.

"Man ahsana ilaikum, siapa yang pernah berbuat baik pada kamu, fakafi'uhu, balas budi baiknya. Kalau kamu tidak sanggup membalasnya, doakan mereka. Ya Allah, panjangkan umur para pemimpin-pemimpin kami yang ada di sini, sehatkan badan mereka supaya bisa menolong NKRI ini sebagai negeri yang dihormati di tengah dunia ini ya Allah. Andai mereka mati, jadikanlah mereka orang-orang yang syahid karena sudah membelas negeri ini," papar Ustaz Abdul Somad.

Baca: Nur Mahmudi Ismail Pulang dari Kantor Polisi dengan Wajah Kelelahan dan Berjalan Agak Pincang

"Orang yang syahid tidak merasakan empat, yang pertama tidak merasakan sakaratul maut, melainkan kalau kursi seperti cubitan pada tangan. Indahnya mati. Mereka yang sahid bukan mereka yang meledakkan dirinya membawa kompor. Siapa yang sahid? Mereka yang membela negaranya karena Allah Subhanallahu Wata'alla," tegasnya.

Kolom komentar postingan pun dibanjiri rasa salut. Bukan mengenai pernyataan Ustaz Abdul Somad terkait utang luar negeri yang dibawa mati, tetapi kehadiran Ustaz Abdul Somad di Mabes TNI yang menghilangkan isu anarkis yang sebelumnya ramai beredar. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved