Kotak Amal Berjalan untuk Peduli Lombok Digelar di Festival Al Azhom Kota Tangerang

BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang terus mengumpulkan bantuan untuk korban gempa Lombok, salah satunya di Festival Al-Azhom.

Kotak Amal Berjalan untuk Peduli Lombok Digelar di Festival Al Azhom Kota Tangerang
Istimewa
STAND Peduli Lombok di Festival Al Azhom, Kota Tangerang, Kamis (20/9/2018). 

BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang terus mengumpulkan bantuan untuk korban gempa Lombok, salah satunya dengan membuka stand di Festival Al-Azhom.

Namun, sejak pertama dibuka, bantuan hanya terkumpul sebanyak Rp 8 juta. Para relawan pun berinisiatif jemput bola dengan mengusung konsep kotak amal berjalan dalam kepedulian kepada para korban gempa Lombok.

Ummu Atiah, satu dari relawan Baznas Kota Tangerang saat ditemui di standnya mengatakan, pendapatan bantuan dari masyarakat untuk para korban gempa Lombok menurun. Hanya terkumpul sekitar Rp. 8 juta saja.

Baca: Murah Meriah, Bazaar Buku Festival Al Azhom Diburu Pengunjung

"Kalau untuk penyumbang-penyumbang dari luar tidak ada. Duit yang terkumpul ini pun dapet hasil ngecrek atau bisa dibilang muter mintain sumbangan seperti kotak amal berjalan," ujarnya, Kamis (20/9/2018).

Kotak amal yang ditempatkan di tiap tempat di Festival Al A'zhom pun terlihat sepi dari masyarakat yang ingin menyumbangkan sedikit rezekinya.

"Sehingga akhirnya kami mempunyai inisiatif sendiri, yang mana mendatangi warga satu persatu untuk mendonasikan sedikit uang mereka untuk membantu warga lombok atau para korban gempa," ucap Ummu.

Baca: Memeriahkan Festival Al-Azhom, Ribuan Murid TK se-Kota Tangerang Ikut Lomba Mewarnai

Untuk itu, Ummu beserta petugas Baznas lainnya pun meminta sumbangan dengan cara mendatangi warga secara langsung. Aksi Ummu dan relawan lainnya tak jarang mendapat kritikan dari warga.

"Yah itu sih hal biasa, kami masih bisa menjelaskan kepada mereka. Bahkan sempat ada yang bertanya tentang produk yang kami jual atau hasil dari produk-produk stand ini, dan kami langsung jawab bahwa hasilnya nanti langsung disumbangkan ke Lombok juga, mengingat Lombok perlu bantuan kita," katanya.

Selama program peduli korban gempa Lombok, lanjut Ummu, Baznas belum mendapatkan masyarakat yang dermawan dengan memberikan sumbangan dengan nominal besar.

"Sempat ada yang memberikan infaq atau menyisihkan uangnya sebesar Rp 100.000, tapi memang rata-rata paling sedikit warga memberikan infaqnya Rp. 5.000. Tapi tetap ini adalah bentuk kepedulian masyarakat dan juga amanah bagi Baznas sebagai penyalur amal dan harus disalurkan," papar Ummu. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved