Diberitakan Terlibat Dugaan Korupsi, TGB: Berusaha Merusak Kehormatan dan Integritas Saya

Ia menjelaskan, pemberitaan negatif selama ini hanyalah emosi sesaat yang dilontarkan oleh berbagai pihak.

Diberitakan Terlibat Dugaan Korupsi, TGB: Berusaha Merusak Kehormatan dan Integritas Saya
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), mengklarifikasi pemberitaan media nasional bersama tim kuasa hukumnya di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018). 

MANTAN Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengaku tidak bisa tinggal diam dengan pemberitaan dari salah satu media nasional, terkait dugaan korupsi divestasi dan penjualan saham PT Newmont.

TGB mengaku selama ini dirinya selalu merespons secara santai berita negatif yang menghampirinya. Bahkan, ia cenderung mendiamkan permasalahan seperti itu. Salah satunya, terkait hinaan seorang ustaz yang mempelesetkan namanya menjadi Tuan Guru Bajingan.

"Banyak sekali berita negatif tentang saya yang diangkat ke publik. Bahkan saya dihina oleh seorang ustaz itu saya diam," ujar TGB di kawasan Pakubuwono VI, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Baca: Diberitakan Terlibat Dugaan Korupsi, TGB Keberatan dengan Istilah Aliran Dana

Ia menjelaskan, pemberitaan negatif selama ini hanyalah emosi sesaat yang dilontarkan oleh berbagai pihak.

Sehingga, mantan politikus Partai Demokrat ini tak mau ambil pusing dan justru berharap ruang publik dapat dimanfaatkan lebih baik ke depannya.

"Saya anggap itu hanya emosi sesaat, saya memaafkan. Untuk hal-hal seperti itu saya pilih membiarkannya, tentu saya berharap ruang publik sehat lagi dan diisi hal bermanfaat," tuturnya.

Baca: Politikus PAN Ingatkan Netizen Pendukung Gerakan #2019GantiPresiden Waspadai Modus Saling Follow

Namun, untuk pemberitaan terkait divestasi dan penjualan saham PT Newmont itu, dirinya mengaku berbeda menanggapinya, lantaran menyentuh kehormatan dan integritasnya.

Menurut alumnus Al Azhar Kairo, Mesir itu, bila integritas seseorang hancur, maka teori sehebat apa pun tidak berguna untuk menyelamatkannya.

"Tapi untuk hal ini beda, ini langsung menyentuh sisi yang paling penting di dalam kehidupan pribadi saya, yaitu integritas dan kerhomatan saya," tegasnya.

"Nah, berita itu secara tendensisus merusak kehormatan saya, berusaha merusak kehormatan dan integritas yang saya jaga selama ini. Tidak perlu jauh-jauh, belum ke dalam isi berita, di tajuk berita sudah tendensisus," sambungnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved