Bertindak Sebagai Regulator, Kementerian Perhubungan Tegaskan Takkan Bikin Taksi Online

Budi pun meminta agar rencana pembuatan aplikasi angkutan online berpelat merah tidak ditanyakan lagi.

Bertindak Sebagai Regulator, Kementerian Perhubungan Tegaskan Takkan Bikin Taksi Online
Warta Kota
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi 

KEMENTERIAN Perhubungan menyatakan kementerian yang dipimpin oleh Budi Karya Sumadi ini tidak akan membuat aplikasi angkutan online.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan, Kementerian Perhubungan saat ini bertindak sebagai regulator atau yang membuat peraturan, sehingga tidak bisa membuat aplikasi online atau bertindak sebagai operator.

"Ya tidak mungkin saya melakukan, pemerintah akan menjadi semacam operator ya tidak mungkin," kata Budi Setiyadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (20//9/2018).

Baca: Gandeng Telkom Bikin Angkutan Online, Kemenhub Ingin Bersaing Sehat dengan Go-Jek dan Grab

Ada pun rencana mengenai pembuatan aplikasi angkutan online baru, diwacanakan Kementerian Perhubungan untuk menjawab para pengemudi angkutan online yang merasa butuh aplikasi yang dibuat oleh pemerintah, karena diharapkan bisa lebih mengayomi para pengemudi.

Pemerintah yang dimaksudkan kali ini bisa saja digarap oleh kementerian lainnya, seperti Badan Usaha Dalam Negeri (BUMN) atau pihak swasta yang bekerja sama dengan pemerintahan.

"Bisa aja ada swasta yang baru atau BUMN barangkali, itu yang mereka suarakan. Ini saya akan meluruskan sampai dengan sekarang, kalau pun ada badan usaha atau swasta ya silakan," jelasnya.

Baca: Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

Budi pun meminta agar rencana pembuatan aplikasi angkutan online berpelat merah tidak ditanyakan lagi, karena Kemenhub tidak lagi mengurusi pembuatan aplikasi baru angkutan online.

"Saya menyampaikan ini, saya berharap bahwa pemahaman terutama media terkait aplikator pelat merah tidak ada lagi. Sekarang tidak ada dari pemerintah, dalam arti Kemenhub membangun aplikasi yang dikatakan pelat merah itu," jelas Budi Setiyadi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan dikabarkan bakal menggandeng PT Telkom untuk membuat aplikasi taksi online berpelat merah.

Jasa yang akan ditawarkan adalah taksi online, karena sudah memiliki aturan yang tertera pada Peraturan Menteri Perhubungan No 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved